Kadin Gandeng 10 Daerah, Anindya Bakrie Dorong KUNCI BERSAMA Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

TABAYYUN.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mendorong kawasan KUNCI BERSAMA menjadi salah satu kekuatan baru dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dorongan tersebut disampaikan Anindya saat menghadiri KUNCI BERSAMA Summit 2026 bertajuk “Sinergi Lintas Batas Membangun Ekosistem dan Kemajuan Kawasan Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk memperkuat pengembangan kawasan KUNCI BERSAMA yang mencakup sejumlah wilayah di Jawa Barat bagian timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Pengembangan kawasan diarahkan menggunakan pendekatan aglomerasi polisentris, dengan setiap daerah memiliki keunggulan dan fungsi ekonomi yang saling melengkapi.

Anindya mengatakan kehadiran Kadin dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Kadin datang untuk mendukung KUNCI BERSAMA dalam meningkatkan pengembangan wilayah Jawa Barat bagian timur, tentu bersama dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Anin.

Baca Juga :  Demo Ojol 17 September, Garda Desak Tuntutan Baru

13,5 Juta Penduduk Jadi Kekuatan Ekonomi

Menurut Anindya, setiap kabupaten dan kota yang tergabung dalam kawasan tersebut perlu memiliki fokus pengembangan masing-masing.

Dengan pembagian keunggulan tersebut, daerah tidak harus bersaing dalam sektor yang sama, tetapi dapat saling mengisi dan membangun rantai ekonomi yang terintegrasi.

“Setiap kabupaten di Jawa Barat bisa mempunyai fokusnya sendiri-sendiri. Ada yang menjadi pusat keuangan, pusat logistik, pusat mode dan retail, maupun sektor-sektor unggulan lainnya,” jelas Anin.

Anindya menilai potensi kawasan KUNCI BERSAMA sangat besar karena mencakup populasi sekitar 13,5 juta jiwa.

Besarnya jumlah penduduk tersebut sekaligus menjadi pasar potensial bagi dunia usaha. Karena itu, diperlukan perencanaan yang mampu menghubungkan potensi masing-masing daerah sehingga pertumbuhan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Yang menarik, kita berbicara mengenai 13,5 juta orang di kawasan ini. Jadi kita harus memikirkan bagaimana kawasan ini bisa terus bertumbuh karena menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Anin.

PDRB Kawasan Capai Rp592 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan KUNCI BERSAMA memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai model kawasan berbasis aglomerasi polisentris.

Baca Juga :  Kadin Apresiasi Dasco, Penundaan Impor Mobil Dinilai Lindungi Industri Nasional

Konsep tersebut, menurut AHY, telah diterapkan di sejumlah negara dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kawasan di Indonesia.

AHY menyebut total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kawasan KUNCI BERSAMA telah mencapai sekitar Rp592 triliun.

Dengan potensi tersebut, kawasan ini dinilai memiliki peluang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Namun, AHY mengingatkan pengembangan kawasan tidak cukup hanya dengan membangun proyek infrastruktur secara terpisah.

Konektivitas, kebijakan, serta kepentingan ekonomi antarwilayah harus dirancang dalam satu ekosistem agar pembangunan memberikan dampak lebih besar.

“Memang tidak mudah membangun proyek. Tidak sama dengan mengembangkan kawasan yang terintegrasi. Sering kali kita terjebak pada ego sektoral. Kita membangun sebuah proyek besar, tetapi tidak berpikir panjang bagaimana mengintegrasikan itu dengan kawasan-kawasan di sekitarnya,” kata AHY.

Kadin Teken 10 MoU dengan Pemerintah Daerah

Komitmen memperkuat kerja sama ekonomi kawasan juga ditandai dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Prabowo Tiba-Tiba Sambangi Warga Senen, Suasana Haru Mengiringi Pertemuan

Kesepakatan tersebut berkaitan dengan kerja sama pengembangan potensi ekonomi daerah serta pemberdayaan dunia usaha.

MoU ditandatangani bersama Pemerintah Kabupaten Brebes, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Cilacap, Indramayu, dan Cirebon.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kota Banjar.

Melalui kerja sama tersebut, Kadin Indonesia diharapkan dapat menjadi penghubung yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan dunia usaha, terutama dalam membuka peluang investasi, memperluas pasar, serta memperkuat pelaku usaha lokal.

KUNCI BERSAMA sendiri merupakan sekretariat kerja sama antardaerah yang mencakup 10 daerah di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sekretariat tersebut dibentuk untuk memfasilitasi sinergi program, harmonisasi kebijakan, serta pengembangan kawasan secara kolektif.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak lagi hanya melihat batas administratif masing-masing daerah, tetapi diarahkan pada kekuatan ekonomi kawasan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum Wilayah Jawa 1 Kadin Indonesia yang meliputi Daerah Khusus Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisna.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *