Kelangkaan BBM di Gorontalo, Motor Listrik Jadi Opsi?

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gorontalo mulai berdampak pada pengeluaran masyarakat.

Di tengah sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), harga Pertalite eceran di sejumlah titik di Kota Gorontalo kini mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000 untuk sekitar 1,5 liter.

Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp18.000. Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang bergantung pada sepeda motor untuk bekerja, mengantar anak ke sekolah, maupun menjalankan usaha.

Antrean kendaraan yang mengular di SPBU membuat sebagian warga memilih membeli bensin eceran. Meski lebih praktis, pilihan tersebut harus dibayar dengan harga yang lebih mahal.

Persoalan ini memperlihatkan bahwa dampak kelangkaan BBM tidak hanya berkaitan dengan waktu tunggu di SPBU.

Masyarakat juga menghadapi peningkatan biaya transportasi, terutama mereka yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di tengah kondisi tersebut, kendaraan listrik, khususnya sepeda motor listrik, mulai menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Disparekrafpora Gorontalo Siap Dukung Pendataan BPS

Arul: Motor Listrik Bisa Jadi Opsi

Salah seorang pengguna sepeda motor di Gorontalo, Sahrul atau sering di sapa bang Arul, yang bekerja di salah satu instansi Pemerintah Provinsi Gorontalo, menilai motor listrik bisa menjadi salah satu pilihan untuk menunjang aktivitas sehari-hari di tengah persoalan ketersediaan BBM.

Menurutnya, masyarakat perlu mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih efisien, terutama jika antrean panjang dan harga BBM eceran terus membebani pengeluaran.

“Kalau kondisi BBM seperti ini terus, motor listrik bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. Apalagi kalau digunakan untuk aktivitas harian, kita tentu ingin biaya transportasi lebih hemat dan tidak harus selalu mengantre untuk mendapatkan bensin,” ucap Arul. 20/10/26.

Meski demikian, keputusan untuk beralih ke kendaraan listrik tidak bisa hanya didasarkan pada kondisi antrean BBM. Harga kendaraan, kemampuan baterai, jarak tempuh, serta kemudahan pengisian daya tetap menjadi pertimbangan bagi calon pengguna.

Bagi masyarakat yang lebih banyak melakukan perjalanan di dalam kota, motor listrik berpotensi menjadi pilihan untuk menekan biaya operasional. Namun, manfaat ekonominya bergantung pada pola penggunaan, tarif listrik, dan biaya perawatan kendaraan.

Baca Juga :  Polda Gorontalo dan Forkopimda Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Biaya Lebih Hemat, tetapi Ada Pertimbangan

Motor listrik menggunakan energi listrik sebagai sumber penggerak sehingga tidak membutuhkan bensin untuk beroperasi.

Pengisian daya di rumah dapat menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang memiliki akses listrik memadai.

Pilihan motor listrik di pasaran juga beragam, dengan harga yang berbeda-beda sesuai jenis kendaraan, kapasitas baterai, dan fitur yang ditawarkan.

Namun, harga pembelian awal masih menjadi tantangan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan terbatas. Selain itu, ketersediaan suku cadang, layanan purnajual, biaya penggantian baterai, dan jarak tempuh perlu diperhitungkan sebelum membeli.

Karena itu, motor listrik belum tentu menjadi pilihan yang tepat bagi semua pengguna kendaraan. Masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi atau kerap menempuh perjalanan jauh perlu memastikan kemampuan kendaraan sesuai kebutuhan.

Kelangkaan BBM Perlu Segera Ditangani

Baca Juga :  HARFEST 2026 Catat Transaksi Rp5,66 Miliar, UMKM Gorontalo Mulai Tembus Pasar Jepang

Kendaraan listrik dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Namun, peralihan ke motor listrik tidak serta-merta menyelesaikan persoalan antrean panjang dan sulitnya memperoleh bahan bakar di SPBU.

Kepastian pasokan BBM tetap menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat, distribusi barang, dan kegiatan ekonomi tidak terganggu.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik di Gorontalo membutuhkan dukungan infrastruktur pengisian daya, informasi yang memadai, serta akses pembelian yang sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.

Persoalan yang dihadapi warga saat ini juga menunjukkan pentingnya pilihan transportasi yang efisien dan terjangkau. Masyarakat membutuhkan kepastian pasokan energi sekaligus alternatif yang dapat mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.

Motor listrik bisa menjadi salah satu opsi untuk penggunaan jangka panjang, terutama bagi warga yang memiliki akses pengisian daya di rumah dan mobilitas dalam kota.

Namun, selama sebagian besar masyarakat masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar minyak, ketersediaan BBM dengan harga sesuai ketentuan tetap menjadi persoalan yang perlu segera mendapat perhatian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *