Kemarau Mengeringkan Sumur, Ridwan Monoarfa Salurkan Air Bersih untuk Warga Gorontalo Utara

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO UTARA — Kemarau yang berlangsung selama tiga hingga lima bulan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.

Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, bersama sejumlah tokoh lokal turun langsung menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Ridwan didampingi sejumlah tokoh lokal, di antaranya Mansur Akune, Diny Aleg dari NasDem Dapil Kwandang, Rizan Demanto, serta Jeri Kiswanto, anggota legislatif dari Dapil Kecamatan Sumalata Timur.

Ridwan mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, persoalan air menjadi semakin penting ketika sumur warga mulai mengering dan masyarakat kesulitan memperoleh air untuk minum, memasak, mandi hingga kebutuhan rumah tangga.

“Bagi saya, ini bukan sekadar kegiatan menyalurkan air. Ini adalah ikhtiar sederhana untuk memastikan bahwa di tengah kesulitan, rakyat tidak merasa berjalan sendirian,” ucap Ridwan.

Baca Juga :  Ramai Isu Dugaan Perselingkuhan Bupati Gowa dengan Konsultan Politiknya,Suami dan Jurnalis Bersaksi

Ia menilai kondisi yang dialami masyarakat tidak cukup hanya direspons melalui bantuan air bersih ketika kemarau terjadi.

Menurut Ridwan, jika kekeringan terus berulang setiap tahun, pemerintah perlu menyiapkan langkah yang lebih permanen untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat.

“Saya melihat persoalan ini juga sebagai pesan penting bagi pemerintah. Krisis air bersih akibat kemarau tidak boleh selalu diperlakukan sebagai kejadian musiman yang selesai setelah hujan turun,” ujarnya.

Ia mendorong adanya pemetaan wilayah yang rawan kekeringan serta pembangunan dan pemeliharaan berbagai sumber air.

Selain itu, sistem distribusi air bersih dan mekanisme respons cepat juga dinilai penting agar masyarakat dapat segera memperoleh bantuan ketika kondisi mulai memasuki fase krisis.

Ridwan menegaskan persoalan air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Politik pada akhirnya harus kembali kepada persoalan-persoalan dasar kehidupan rakyat. Apa arti pembangunan jika seorang ibu masih harus memikirkan dari mana mendapatkan air untuk keluarganya? Apa arti pertumbuhan ekonomi jika kebutuhan paling dasar masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi?”

Baca Juga :  Komisi II DPRD Gorontalo Pastikan Aspirasi Masyarakat Masuk Perubahan APBD 2026

Menurut Ridwan, penyaluran air bersih yang dilakukan bersama sejumlah tokoh lokal memang tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan di Gorontalo Utara.

Namun, langkah tersebut diharapkan menjadi bentuk kehadiran langsung di tengah masyarakat sekaligus pengingat agar persoalan air bersih mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Karena itu, bantuan air bersih hari ini bukan hanya tentang berapa tangki air yang dapat kita distribusikan. Ia adalah pengingat bahwa politik harus memiliki wajah manusia. Politik harus hadir ketika rakyat membutuhkan, mendengar ketika rakyat mengeluh, dan bekerja mencari solusi agar persoalan yang sama tidak terus berulang,” jelasnya.

Ridwan juga menyampaikan bahwa persoalan air bersih perlu dipandang sebagai kebutuhan dasar masyarakat, bukan hanya persoalan bantuan ketika terjadi kekeringan.

Baca Juga :  Ketika Orang Tua Berpisah, Anak Bertanya: “Aku Harus Ikut Siapa?”

Ia berharap pemerintah dapat memperkuat infrastruktur sumber air, termasuk embung dan sumur, sekaligus memastikan sistem distribusi dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan.

“Sebab air bukan sekadar komoditas dan bukan pula sekadar bantuan saat bencana. Air adalah kebutuhan dasar dan bagian dari hak masyarakat untuk hidup secara layak,” sambung Ridwan.

Ridwan mengatakan keterlibatan dirinya dan para tokoh lokal dalam penyaluran air bersih menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kemarau.

“Dan lebih jauh dari itu, kita harus mendorong agar krisis air bersih Gorontalo Utara menjadi perhatian serius dalam perencanaan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan ketika musim kemarau datang.

“Hari ini kita mengalirkan air untuk rakyat. Besok, tugas kita adalah memastikan agar rakyat tidak lagi harus menunggu bantuan untuk mendapatkan air bersih,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *