Kemarau Mulai Berdampak di Popodu, Komisi I Minta Pemprov Segera Gelar Pasar Murah

TABAYYUN.CO.ID,GORONTALO – Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di Desa Popodu, Kabupaten Bone Bolango.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo yang melakukan monitoring ke desa tersebut, Jumat (4/9/2026).

Rombongan dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Siti Nurain Sompie, bersama sejumlah pimpinan dan anggota Komisi I.

Kedatangan mereka diterima Kepala Desa Popodu, Hasyim Latala. Dalam pertemuan itu, pemerintah desa memaparkan kondisi masyarakat di tengah musim kemarau.

Secara umum, kondisi warga masih relatif aman. Namun, dampak kemarau mulai terlihat pada sektor pertanian karena sebagian hasil produksi masyarakat mengalami gagal panen.

Kondisi tersebut belum sampai menimbulkan tekanan besar bagi sebagian besar warga. Salah satu penyebabnya, banyak masyarakat Desa Popodu berstatus sebagai penggarap lahan dan bukan pemilik lahan pertanian.

Baca Juga :  Kontingen Papua Tengah Tiba di Gorontalo, Tim LO DPRD Provinsi Siapkan Pendampingan Penuh untuk PENAS XVII

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, warga mulai memanfaatkan layanan depot air isi ulang. Saat ini terdapat sekitar empat depot yang beroperasi di Desa Popodu.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Yeyen Sidiki, mengatakan hasil dialog dengan pemerintah desa menunjukkan kebutuhan dasar masyarakat masih relatif terpenuhi.

“Secara umum masih aman. Tetapi dampak kemarau mulai dirasakan masyarakat, terutama terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok,” kata Yeyen.

Menurut Yeyen, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai.

Baca Juga :  Pansus DPRD Provinsi Tuntaskan Masalah Tambang Pohuwato, Petani Rugi Akibat Sedimentasi

Kenaikan tersebut dinilai berkaitan dengan kemarau berkepanjangan yang berdampak terhadap produksi pertanian.

Atas kondisi itu, Komisi I meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Salah satunya dengan mendorong Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) segera menggelar pasar murah di wilayah yang mulai terdampak kenaikan harga.

Selain operasi pasar, pemantauan harga kebutuhan pokok juga dinilai perlu diperkuat. Langkah tersebut penting untuk mencegah lonjakan harga semakin membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Sementara persoalan air untuk kebutuhan rumah tangga masih relatif terkendali. Warga Desa Popodu sebagian besar memanfaatkan sumur suntik untuk kebutuhan mandi dan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Layanan BPJS dan Dorong Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lebih Luas

Meski demikian, Komisi I meminta pemerintah desa tidak mengabaikan potensi persoalan lain selama musim kemarau.

Risiko kebakaran menjadi salah satu perhatian, terutama akibat aktivitas pembakaran rumput maupun lahan secara sembarangan.

“Kami mengimbau kepala desa untuk terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar rumput atau lahan sembarangan. Kemarau yang panjang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Komisi I menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini. Pemerintah desa diminta terus memantau kondisi ketersediaan air, pertanian, harga pangan hingga potensi kebakaran.

Monitoring tersebut sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD Provinsi Gorontalo untuk memastikan pemerintah di tingkat desa memiliki kesiapan menghadapi dampak kemarau.

a

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *