Tabayyun.co.id, Gorontalo – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, merespons isu dugaan pungutan liar dalam penempatan lapak UMKM dan food street di sejumlah ruang publik.
Lokasi yang disorot meliputi Pasar Sentral, kawasan pedestrian Jalan Panjaitan, serta Taman Kota.Totok menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele.
Ia meminta keterlibatan pemerintah daerah, DPRD, hingga aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada praktik menyimpang yang merugikan pelaku usaha kecil.
Menurut Totok, pemerintah daerah sejak periode sebelumnya hingga sekarang telah membuka ruang yang luas bagi UMKM untuk berkembang. Penataan lapak di sejumlah titik strategis disebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan.
“Jangan sampai kebijakan yang sangat baik dan pro-UMKM ini dicoreng oleh praktik pungli. Wali Kota sangat konsen terhadap pengembangan UMKM, mulai dari penyediaan tempat usaha, pelatihan, hingga permodalan,” ujar Totok.
Ia menyebut sektor UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian lokal. Berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat sekitar 500 pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Pasar Sentral, Taman Kota, Jalan Panjaitan, hingga sebagian wilayah Andalas.
Jumlah tersebut, kata Totok, berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang. Rantai ekonomi yang terbentuk tidak hanya melibatkan pedagang, tetapi juga pekerja dan pemasok.
“Bayangkan, seribu orang menggantungkan hidup dari sektor ini. Mulai dari pedagang, tenaga kerja, hingga rantai pasok lainnya. Karena itu, penertiban harus dilakukan secara adil, bukan mematikan usaha,” katanya.
Menanggapi dugaan pungli, Totok menekankan pentingnya kejelasan informasi yang disampaikan ke publik. Ia menyatakan DPRD siap mengawal persoalan tersebut jika terdapat bukti yang jelas mengenai pihak penerima pungutan dan mekanisme yang digunakan.
“Kita lindungi pedagang UMKM sebagai korban, tapi yang menerima pungli harus ditindak tegas. DPRD akan mengawal penuh agar program bagus ini tidak dirusak oleh oknum,” tegasnya.
Totok juga menyinggung perlunya pendataan UMKM yang lebih tertib, termasuk pengaturan kepemilikan lapak di setiap lokasi. Ia menilai pengaturan tersebut penting agar peluang usaha tidak terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
“Prinsipnya pemberdayaan. Kalau satu pelaku buka di beberapa tempat dan menyerap tenaga kerja lokal, itu juga baik. Tapi tetap perlu pendataan dan pengaturan agar tidak terjadi monopoli lokasi,” jelasnya.
Ia mengapresiasi tingginya partisipasi anak muda dalam sektor UMKM. Sebagian besar pelaku usaha di kawasan food street dan lapak UMKM berusia di bawah 30 tahun.
“Anak-anak muda ini sekarang sibuk mencari dan menghasilkan uang. Bahkan ada yang hanya bermodal Rp2,5 juta, kini sudah mandiri dan mampu membiayai kuliahnya sendiri. Ini kebanggaan kita bersama,” ungkapnya
Selain menyerap tenaga kerja, Totok menilai UMKM telah membentuk ekosistem ekonomi yang luas, termasuk pemasok bahan makanan rumahan.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas UMKM agar lebih profesional dan berdaya saing.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan Kota Gorontalo rutin melakukan pengawasan serta edukasi, terutama terkait kebersihan dan keamanan pangan.
“Pengawasan kesehatan penting, tapi jangan hanya menertibkan. Harus disertai edukasi agar UMKM kita naik kelas dan tetap aman bagi konsumen,” pungkasnya.








