Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Pastikan Venue PENAS XVII Siap, Demplot Modern Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Pertanian

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan langsung ke lokasi pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Selasa (16/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas dan memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan kegiatan nasional itu berjalan sesuai target.

Peninjauan difokuskan pada sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Gelar Teknologi yang menjadi salah satu pusat aktivitas dalam pelaksanaan PENAS XVII yang dijadwalkan dibuka pada 20 Juni 2026.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo, Ardi Pratama, mengatakan progres persiapan area Gelar Teknologi saat ini telah mendekati tahap akhir.

“Pada Gelar Teknologi PENAS ini kami menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian, peternakan, dan hortikultura. Sejumlah komoditas sudah tertanam dengan baik, termasuk tanaman kelapa. Sementara tanaman hias yang sempat terdampak cekaman iklim akan segera dilengkapi menjelang hari pelaksanaan,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Apresiasi Penurunan Kemiskinan, Dorong Legalitas Tambang Rakyat

Menurut Ardi, tingkat kesiapan lokasi saat ini berada pada kisaran 80 hingga 90 persen. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada 19 Juni 2026, sehari sebelum pembukaan kegiatan.

Selain menampilkan berbagai komoditas pertanian, kawasan tersebut juga akan menjadi etalase teknologi modern yang dapat dimanfaatkan petani. Sejumlah inovasi yang akan diperkenalkan antara lain alat dan mesin pertanian, drone pertanian, hingga pompa air untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Ardi berharap ajang PENAS XVII tidak hanya menjadi tempat pameran teknologi, tetapi juga mampu mempercepat transfer pengetahuan kepada petani dan pelaku usaha pertanian di daerah.

“Kami berharap para petani dapat mengadopsi teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini. Sebagai perwakilan Kementerian Pertanian, kami juga berharap PENAS menjadi sarana komunikasi dan pendampingan berkelanjutan bagi petani, dengan dukungan penuh dari legislatif dan eksekutif untuk mendorong kemajuan pertanian di Gorontalo,” tambahnya.

Baca Juga :  Cari Solusi Lahan Koperasi Merah Putih di Limboto, Komisi I DPRD Provinsi  Minta Kelurahan Surati Pemprov

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, H. Mikson Yapanto, menilai kesiapan venue maupun fasilitas pendukung sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

“Hari ini kami melakukan kunjungan kerja ke kawasan demplot PENAS. Dari hasil pantauan di lapangan, kesiapan sarana dan prasarana sudah sangat memadai dan siap digunakan untuk pelaksanaan kegiatan yang akan dibuka pada tanggal 20 Juni mendatang,” ungkap Mikson.

Ia menegaskan bahwa kawasan demplot yang dibangun untuk mendukung PENAS XVII perlu memiliki manfaat jangka panjang setelah kegiatan nasional tersebut berakhir.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pertanian modern itu harus terus dikembangkan sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan percontohan bagi petani di Gorontalo maupun daerah lain.

“Kami berharap demplot yang telah dibangun dengan teknologi yang canggih ini tidak bersifat sementara. Ke depan, lokasi ini harus menjadi pusat percontohan pertanian modern, bukan hanya untuk Gorontalo, tetapi juga menjadi referensi bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Wakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus Terima Masa Aksi Buruh di Gorontalo: Soroti UMP dan Outsourcing

Mikson menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Balai Pertanian, pengelolaan kawasan tersebut akan tetap dilanjutkan dengan dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia juga berharap berbagai teknologi dan konsep pengembangan pertanian yang diterapkan dalam kawasan demplot dapat direplikasi di berbagai wilayah Gorontalo untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami bersyukur atas perhatian besar Pemerintah Pusat, Presiden, dan Menteri Pertanian terhadap Gorontalo. Kehadiran Balai Pertanian yang representatif ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan memajukan sektor pertanian di daerah,” tutupnya.

Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menjadi bagian dari pengawasan terhadap kesiapan pelaksanaan PENAS XVII. Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, Gorontalo diharapkan mampu menyelenggarakan ajang nasional tersebut secara optimal sekaligus meninggalkan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *