Komisi III DPRD Gorontalo Pantau Proyek Bandara Djalaluddin, Dukung Target Embarkasi Haji Penuh 2028

Tabayyun.co.id, Gorontalo — Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo meninjau langsung progres pengembangan infrastruktur di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Jumat (3/4/2026). Kunjungan ini difokuskan pada proyek perluasan apron dan pembangunan taxiway yang menjadi bagian dari strategi menuju status embarkasi haji penuh.

Rombongan dewan diterima oleh Kepala BLU UPBU Bandara Djalaluddin, Joko Harjani, bersama jajaran. Proyek ini merupakan program pemerintah pusat dengan nilai anggaran sekitar Rp40 miliar.

Joko menjelaskan, pengembangan dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2026, pekerjaan difokuskan pada penambahan kapasitas apron serta pembangunan jalur penghubung pesawat (taxiway).

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Hadiri Penyambutan Menteri HAM RI Secara Adat

“Selanjutnya, tahap kedua pada tahun 2027 akan meliputi pelapisan ulang runway sepanjang 2.500 x 45 meter dengan ketebalan 10 cm, perluasan turning pad, serta optimalisasi alat bantu pendaratan visual. Kami menargetkan seluruh fasilitas dapat beroperasi penuh paling lambat tahun 2028,” jelas Joko.

Ia menambahkan, perluasan apron menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar, seperti Boeing 777, yang memiliki kapasitas angkut ratusan penumpang.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa Yakin Presiden Prabowo Akan Tetapkan H.B. Jassin Sebagai Pahlawan Nasional 2025

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menyampaikan apresiasi atas perkembangan proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan fasilitas bandara sangat penting dalam menunjang kualitas pelayanan bagi jemaah haji asal Gorontalo.

“Perluasan apron dan pembangunan taxiway ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kesiapan daerah sebagai Embarkasi Haji Penuh. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk komitmen menghadirkan layanan yang aman dan nyaman bagi jemaah,” tegas Espin.

Baca Juga :  Sitti Nuraini Sompie: Gerai Kopdes Merah Putih Wujud Gotong Royong Bangun Ekonomi Desa

Ia menilai, jika status embarkasi penuh dapat diwujudkan, maka Gorontalo berpotensi menjadi pusat keberangkatan umrah bagi wilayah sekitar, termasuk Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

“Hal ini tentu akan meningkatkan intensitas perjalanan umrah melalui Gorontalo dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.

Dengan percepatan pembangunan infrastruktur ini, kapasitas layanan Bandara Djalaluddin diharapkan semakin meningkat, baik untuk konektivitas udara maupun pelayanan perjalanan religi di kawasan Teluk Tomini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *