TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 tak hanya diarahkan menjadi panggung promosi budaya. Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan perhelatan tersebut mampu menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan transaksi pelaku UMKM.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Dr. Ir. Sultan Kalupe, S.T., M.T. mengatakan, penyelenggaraan GKK tahun ini akan diperkuat dengan strategi pemasaran digital.
Hal itu disampaikan Sultan dalam acara RRI Polopalo, Jumat (4/9/2026), dalam tema “Harmoni Kreativitas, Menyulam Warisan, Meningkatkan Daya Saing”.
Menurut Sultan, pemerintah berencana menghadirkan tiga menteri untuk membahas penguatan pemasaran digital produk Karawo.
Kehadiran pemerintah pusat dinilai penting karena pemasaran produk ekonomi kreatif kini semakin bergeser ke platform digital.
” Kita mengundang tiga menteri, jadi Menteri ekonomi Kreatif, Menteri Pariwisata, dan Menteri Komikasi dan Digital, karena itu erat kaitannya dengan pemasaran. Jadi, pemasaran sekarang kan sudah ke era digital digitalisasi marketing, sehingga kami menganggap perlu bahwa kehadiran Menkomdigi ini memberikan warna baru terkait dengan bagaimana pemasaran produk-produk Karawang,” ucap Sultan,dalam acara tersebut.
Selain penguatan promosi, GKK 2026 akan menghadirkan konsep baru berupa Mukarawa Kolosal. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 500 siswa yang akan diperkenalkan secara langsung dengan tahapan pembuatan Karawo.
Para siswa nantinya akan mengikuti proses mulai dari mengiris, menenun hingga tahap penyelesaian. Mereka akan mendapat pendampingan dari pengrajin Karawo yang telah berpengalaman.
GKK 2026 juga akan diramaikan pertunjukan musik tradisional kolosal. Sekitar 100 orang disiapkan untuk tampil dalam pertunjukan tersebut.
Sultan mengatakan, penambahan unsur musik tradisional diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memperkaya sajian budaya dalam karnaval.
“Nah, kami juga mencoba menghadirkan Ada musik tradisional kolosal meskipun musik tradisional kolosal ini baru berjumlah seratus orang yang bisa kita hadirkan, tetapi kami harap ini ada nuansa lain terkait dengan Bagaimana pengkayaan musik tradisional itu hadir di tengah-tengah pelaksanaan karnaval karao itu salah satu yang menjadi pembeda dari dua ribu dua puluh enam.”
Tak berhenti pada pertunjukan, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Promosi akan dilakukan melalui media serta melibatkan komunitas pengrajin dan komunitas musik.
Di sisi lain, Pemprov Gorontalo memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo karena lokasi pelaksanaan berada di wilayah Kota Gorontalo.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sultan menegaskan, ukuran keberhasilan GKK bukan hanya dari kemeriahan acara. Pemerintah ingin perhelatan tersebut menciptakan perputaran ekonomi bagi UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi hingga destinasi wisata.
Kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Dekranasda juga terus dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan GKK. Dukungan tersebut mencakup persiapan acara, penguatan UMKM hingga kebutuhan sarana dan prasarana.
“Tentu kami menginginkan bukan saja menampilkan satu event atau satu pertunjukan Wah, tapi juga bagaimana mampu menarik wisatawan dari luar, kemudian transaksi ekonomi juga bagi para pengrajin juga bisa jalan dan sebagainya. Nah, ini Salah satu bentuk kolaborasi yang kami ciptakan dan Bank Indonesia selalu mendukung kegiatan ini Terutama untuk penyiapan event, kemudian menyiapkan UMKM-nya Kemudian menyiapkan sarana prasarananya dan sebagainya,” ujarnya.
Target ekonomi yang dipatok tahun ini juga meningkat dibandingkan capaian sebelumnya. Sultan menyebut transaksi ekonomi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pada 2025 mencapai sekitar Rp3,5 miliar.
“Untuk 2026, pemerintah memperkirakan dampak ekonomi dapat menembus Rp4,5 miliar,” jelasnya.
Untuk mendukung target tersebut, panitia juga menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM dan tempatt kuliner.
“Sekitar 175 pelaku UMKM serta 50 tempat kuliner ditargetkan dapat mengambil bagian dalam kegiatan,”sambung sultan.
Selain itu, pelaku usaha kuliner yang selama ini berada di sekitar lokasi pelaksanaan GKK tetap diberi ruang untuk berjualan.
Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan event tidak justru mematikan aktivitas usaha yang sudah berjalan.
Dengan konsep tersebut, GKK 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk menampilkan Karawo. Pemerintah ingin event tersebut menjadi ruang promosi budaya sekaligus pintu masuk bagi wisatawan dan pasar yang lebih luas bagi produk ekonomi kreatif Gorontalo.









