Max Kritik Aplikasi Lapor DPRD : Lapor Langsung Sering Diabaikan “Apalagi Bo Online”

Tabayyun.co.id, BONE BOLANGO — Program digitalisasi aspirasi melalui aplikasi Lapor Dewan milik DPRD Bone Bolango kembali menuai sorotan. Aktivis daerah, Frenkymax Kadir, melontarkan kritik keras terhadap platform tersebut yang dinilai tidak akan memberi dampak nyata bagi penyampaian keluhan warga.

Max menilai aplikasi itu masih sebatas simbol inovasi tanpa memastikan penyelesaian masalah di masyarakat.

Baca Juga :  Ditekan Kinerja, Tapi Tak Digaji: Suara Kritik untuk BUMDes

Ia menegaskan bahwa sistem aduan berbasis digital tersebut tidak dapat dijadikan patokan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti.

“Jangan menormalisasikan adanya aplikasi lapor Dewan kemudian masalah yang disampaikan oleh DPRD bisa diselesaikan,” kritik Max. Sabtu (29/11/25).

Ia menambahkan, ada dugaan upaya membatasi ruang penyampaian pendapat publik yang selama ini disalurkan melalui aksi demonstrasi.

Baca Juga :  KORMI Bone Bolango Bersiap Hadapi FORPROV 2026 di Bawah Kepemimpinan Paris Djali
Potret DPRD Kabupaten Bone Bolango meluncurkan aplikasi Lapor Dewan : Sumber Foto (kabarbaru.co)

Menurut dia, keluhan yang disampaikan secara langsung saja sering kali tidak mendapat perhatian. Karena itu, mekanisme pengaduan lewat aplikasi daring justru membuat masyarakat semakin ragu.

“Kehadiran aplikasi Dewan justru tidak meyakinkan publik, lapor langsung saja kadang diabaikan apalagi bo (hanya) lewat online,” ujarnya.

Baca Juga :  Aula Bupati Disulap Jadi Kelas Raksasa, Kajati Gorontalo Didik Ratusan Siswa Soal Hukum

Max meminta DPRD Bone Bolango untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi tersebut secara berkala. Ia mengusulkan peninjauan dilakukan setiap tiga bulan.

“Jika tidak efektif, maka biarkan mahasiswa maupun masyarakat menyampaikan aspirasi mereka secara langsung,” tutur Max yang terlihat pesimis terhadap program tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *