Operasi Ketupat Otanaha 2026 Dimulai, Forkopimda Gorontalo Siap Amankan Mudik LebaranOperasi Ketupat Otanaha 2026 Dimulai, Forkopimda Gorontalo Siap Amankan Mudik Lebaran

Tabayyun.co.id, GORONTALO – Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Otanaha 2026 digelar dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, serta instansi vertikal di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, pimpinan instansi vertikal, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait lainnya.

Sejumlah instansi yang turut hadir antara lain Basarnas, BMKG, Jasa Raharja, KSOP, Bandara Djalaluddin, Pertamina, BPBD, Satpol PP, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo.

Rangkaian apel diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel. Setelah itu dilakukan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat Otanaha 2026.

Baca Juga :  Respons Isu Pecah Kongsi, Hamzah Idrus Ingatkan Pentingnya Kekompakan Pemimpin

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membacakan amanat Kapolri. Ia menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam mendukung pengamanan Lebaran.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen bersama dan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Operasi Ketupat tahun ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Secara nasional, operasi tersebut melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, kementerian, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, potensi mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Baca Juga :  Meyke Camaru Minta Pemprov Buka Rincian Anggaran Pemeliharaan Asrama Mahasiswa

Untuk mendukung pengamanan tersebut, disiapkan 2.746 pos pelayanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu.

Selain itu, aparat juga melakukan pengamanan terhadap 185.607 objek vital. Objek tersebut meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.

Pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik dan arus balik. Aparat juga diminta melakukan pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok serta ketersediaan bahan bakar minyak.

Di sisi lain, potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, balap liar, premanisme, hingga konflik antar kelompok juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi tersebut.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Serahkan SK Tim Seleksi KPID 2026–2029 Usai Paripurna

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh stakeholder sangat penting untuk menjamin keamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

“DPRD Provinsi Gorontalo tentu mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha 2026 ini. Kita berharap seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Ketua DPRD”.

Usai apel gelar pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri unsur Forkopimda serta tamu undangan lainnya sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan sinergi antar lembaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *