Panen Jagung BUMDes Berkah Gagit Capai 5 Ton, Dijemput Bulog dan Dikawal Polisi

TABAYYUN.CO.ID, SAMBAS — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus didorong dari tingkat desa. BUMDes Berkah Gagit di Dusun Sake Baru, Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berhasil memanen jagung pipil sekitar 5 ton.

Panen raya tersebut dipimpin Kepala Desa Sarang Burung Danau, HALIMRAS, bersama pengurus BUMDes dan kelompok tani setempat, Kamis (10/9/2026).

Hasil panen itu menjadi capaian tersendiri bagi petani desa di tengah sejumlah keterbatasan dalam proses budidaya.

Minimnya alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta kemarau berkepanjangan menjadi kendala yang turut memengaruhi pertumbuhan tanaman jagung.

Kepala Desa Sarang Burung Danau, HALIMRAS, mengatakan hasil panen tersebut merupakan buah dari kerja keras masyarakat meski kondisi budidaya menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo Ingatkan Napi Penerima Remisi Tidak Mengulangi Kesalahan

“Alhamdulillah kami tetap bisa panen 5 ton. Ini hasil kerja keras warga. Tapi kami berharap ke depan ada bantuan Alsintan agar produksi bisa lebih optimal dan tidak tergantung cuaca,” ujar Kepala Desa HALIMRAS.

Di tengah kendala produksi, petani mendapat kepastian dalam penyerapan hasil panen. Seluruh jagung yang dipanen diserap langsung oleh Bulog.

Penyerapan tersebut dinilai memberikan kepastian bagi petani sekaligus mendukung program ketahanan dan swasembada pangan.

Tak hanya itu, proses pengangkutan jagung menuju gudang Bulog mendapat bantuan dan pengamanan dari aparat kepolisian.

Baca Juga :  Bupati Tojo Una-Una Buktikan Komitmen Bangun Sekolah Rakyat, Dinas PUPR Tancap Gas Land Clearing Lahan

Anggota BUMDes Berkah Gagit, Ariansyah, S.Pi, mengatakan capaian panen tersebut membuktikan bahwa petani desa tetap mampu menghasilkan komoditas pangan meski menghadapi keterbatasan.

“Panen ini bukti bahwa petani desa mampu berproduksi walau dengan keterbatasan. Kami mohon dukungan dan bantuan dari Jaringan Petani Persada Nusantara – JPPN untuk membantu merilis informasi ini sebagai bentuk edukasi kepada petani lain, agar semangat menanam jagung terus tumbuh dan ada solusi untuk kendala Alsintan.”

Menurut Ariansyah, keterlibatan Bulog dan kepolisian dalam proses penyerapan hingga pengiriman hasil panen turut memberikan rasa aman kepada petani.

Baca Juga :  BEM UNG Nyatakan Penolakan atas Hasil Temu BEM Provinsi Gorontalo ke-5

“Dengan adanya Bulog yang menjemput bola dan pengamanan dari kepolisian, petani jadi tenang. Harga stabil dan hasil panen langsung tersalurkan. Ini bukti sinergi pemerintah, BUMDES, dan aparat di lapangan,” tutup Ariansyah, S.Pi.

BUMDes Berkah Gagit menyatakan akan terus mendorong peningkatan produksi jagung melalui pengelolaan lahan desa.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan menggerakkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Jawai.

Panen sekitar 5 ton ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat desa melalui kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, Bulog dan aparat keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *