Panen Raya Digelar, Pejagindo Pastikan Jagung Gorontalo Tetap Jadi Primadona Pasar

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Momentum Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (16/5/2026), menjadi ajang penegasan bahwa komoditas jagung masih menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo.

Kegiatan nasional yang berlangsung virtual bersama jajaran Polda dan Polres se-Indonesia itu turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Forkopimda, hingga pelaku usaha sektor pertanian.

Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, mengatakan perdagangan jagung daerah ini masih menunjukkan tren yang kuat di pasar nasional.

Sepanjang 2025, transaksi jagung Gorontalo tercatat mencapai 521.662 ton dengan nilai perdagangan menembus Rp2,869 triliun.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi sektor jagung terhadap perputaran ekonomi daerah, mulai dari tingkat petani hingga industri pengolahan dan pakan ternak.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Temui BKN, Bahas Nasib Penyuluh Koperasi yang Belum Terverifikasi PPPK

Menurut Jasin, tingginya permintaan dari berbagai daerah membuat jagung Gorontalo tetap menjadi salah satu komoditas unggulan dari kawasan timur Indonesia.

“Perdagangan jagung Gorontalo masih sangat potensial. Tahun 2025 kita mencatat transaksi sebanyak 521.662 ton dengan nilai Rp2,8 triliun lebih.

Ketua Pejagindo Gorontalo, Jasin Mohammad, bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sektor pertanian dan menjaga stabilitas produksi jagung sebagai komoditas unggulan Gorontalo.

Sementara di triwulan pertama 2026 sudah mencapai 111.249 ton dengan nilai lebih dari Rp611 miliar,” ujar Jasin.

Pada periode Januari hingga Maret 2026 saja, volume perdagangan jagung telah mencapai 111.249 ton dengan nilai transaksi Rp611,8 miliar.

Capaian itu dinilai menjadi sinyal bahwa kebutuhan pasar terhadap jagung Gorontalo masih sangat tinggi.

Jasin yang juga menjabat Direktur Utama PT Gorontalo Pangan Sejahtera menjelaskan, distribusi jagung kini tidak hanya menyasar pasar Sulawesi, tetapi rutin dikirim ke Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Sumatera.

“Untuk Bulan April dan Mei ini, kami Pejagindo merencanakan pemuatan sekitar 53.500 ton jagung pipilan kering yang akan dikirim ke Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Ini menunjukkan bahwa permintaan pasar luar daerah terhadap jagung Gorontalo masih sangat tinggi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tunaikan Janji Politik Pilkada, Partai Gerindra Gorontalo Umrohkan Delapan Orang

Di tengah tingginya permintaan domestik, Jasin mengungkapkan tantangan baru terkait peluang ekspor jagung ke pasar internasional seperti Filipina dan Vietnam.

Ia membeberkan harga CNF jagung asal Amerika ke Filipina dan Vietnam berada di kisaran 270 dolar AS per ton. Sementara harga FOB jagung dari Pelabuhan Anggrek Gorontalo mencapai 330 dolar AS atau setara sekitar Rp5.775 per kilogram dengan kurs Rp17.500 per dolar AS.

Di sisi lain, harga pembelian jagung dari petani dengan kadar air 15 persen saat ini berkisar Rp6.000 hingga Rp6.100 per kilogram.

Ditambah biaya overhead perusahaan Rp500 per kilogram serta biaya trucking, ekspedisi, PBM, surveyor, dan fumigasi sekitar Rp225 per kilogram, total biaya pengeluaran ekspor mencapai Rp6.825 per kilogram.

Baca Juga :  Lapangan Kerja Menyempit, Lulusan Jurnalisme Dilirik Industri AI

Kondisi itu membuat harga jual jagung Gorontalo untuk pasar ekspor belum mampu bersaing dengan negara pemasok lain.

“Sehingga kalau mau diekspor jagung ke philipina maupun Vietnam pengusaha akan rugi Rp1.050 per kilogram,” kata Jasin.

Meski demikian, pelaku usaha tetap optimistis pasar domestik masih sangat menjanjikan sepanjang 2026.

Dukungan lahan pertanian yang luas, penggunaan bibit unggul, serta tingginya kebutuhan industri pakan ternak disebut menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas perdagangan jagung Gorontalo.

Panen raya yang digelar di Bone Bolango juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi petani dalam menjaga kualitas dan produktivitas hasil panen di tengah tingginya persaingan pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *