Pejagindo Ikuti Rilis BPS Gorontalo, Jasin Mohammad Dorong Penguatan Data Statistik untuk Membaca Pasar Jagung Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Perwakilan Gorontalo, Jasin Mohammad, menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo.

Kegiatan tersebut menjadi ruang penyebarluasan informasi statistik sekaligus forum untuk mengetahui perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan sosial di Provinsi Gorontalo.

Berdasarkan undangan Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, agenda rilis BRS dilaksanakan pada 2 dan 5 November 2026, bertempat di Ruang Dulohupa Kantor BPS Provinsi Gorontalo.

Sejumlah materi yang dibahas mencakup perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, pariwisata, transportasi, luas panen dan produksi padi serta jagung.

Baca Juga :  Prabowo Kumpulkan Kadin Se-Indonesia, Musprov Gorontalo Masih Mandek, Isu Caretaker Menguat

Pada agenda 5 November, BPS juga mengagendakan paparan mengenai pertumbuhan ekonomi, keadaan ketenagakerjaan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kehadiran Jasin Mohammad dalam forum tersebut menjadi perhatian, mengingat perannya sebagai perwakilan organisasi yang menaungi pedagang dan produsen jagung di Gorontalo.

Pada agenda 5 November, BPS juga mengagendakan paparan mengenai pertumbuhan ekonomi, keadaan ketenagakerjaan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam dokumen rincian perdagangan antarpulau tertanggal 5 November 2026 yang ditandatangani Jasin Mohammad, tercatat total angka sebesar 346.366.500 kg dengan 8 (delapan) daerah tujuan pengiriman.

Jakarta menjadi tujuan dengan angka terbesar, yakni 256.897.500, kg Disusul Padang sebesar 25.534.000 kg, Surabaya 20.900.000 kg, Banjarmasin 16.343.000 kg, Semarang 7.500.000 kg, Cirebon 7.262.000 kg, Makassar 7.105.000 kg, dan Medan 4.825.000 kg.

Baca Juga :  Menang Kasasi, Agnez Mo Bebas dari Tuntutan Royalti Lagu Ari Bias

“Data statistik sangat penting bagi kami sebagai pelaku perdagangan jagung. Bukan hanya melihat angka produksi, tetapi juga bagaimana distribusi dan perdagangan antarpulau berjalan. Dengan data yang akurat, kita bisa membaca potensi pasar sekaligus mengetahui perkembangan perdagangan jagung Gorontalo,” ujar Jasin Mohammad.

Data tersebut memperlihatkan sebaran tujuan perdagangan antarpulau yang tercantum dalam dokumen Pejagindo. Namun, satuan angka dalam rincian tersebut belum dicantumkan sehingga belum dapat dipastikan sebagai volume maupun nilai transaksi.

Baca Juga :  Adhan Dambea Siap Hadir Jika Indriani Dunda Salurkan Bantuan untuk Warga Kota Gorontalo
Ketua Pejagindo Provinsi Gorontalo, Bapak Jasin Mohammad, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan sektor komoditas jagung dan upaya mendukung kesejahteraan petani serta pengusaha di Gorontalo.

“Nilai transaksi perdagangan jagung sampai dgn bulan oktober senilai Rp.2.805.564.600.000,” kata Jasin.

Bagi pelaku perdagangan jagung, ketersediaan data statistik menjadi salah satu aspek penting untuk memahami perkembangan produksi, distribusi, serta pergerakan komoditas di daerah.

Melalui forum BPS, diharapkan komunikasi antara pemerintah, lembaga statistik dan pelaku usaha dapat terus terbangun sehingga informasi mengenai kondisi perdagangan dan sektor pertanian Gorontalo semakin komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *