Tabayyun.co.id, KOTA GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo menggelar Wisuda dan Khatam Raya santri TPA-TPQ se-Kota Gorontalo Tahun 2026 di Lapangan Taruna Remaja, Ahad (19/4/2026) malam.
Sebanyak 945 santri dari siswa kelas VI sekolah dasar yang berasal dari sembilan kecamatan mengikuti kegiatan tersebut. Agenda ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda khatam bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menanggapi isu yang berkembang terkait syarat masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Gorontalo. Menurutnya, kewajiban mampu mengaji tidak dimaksudkan untuk menghambat akses pendidikan.
“Ada anggapan bahwa kebijakan ini membuat anak tidak bisa melanjutkan ke SMP. Itu tidak benar. Justru ini menjadi dorongan bagi orang tua agar memastikan anak-anaknya bisa mengaji,” ujar Wali Kota Adhan.
Menurut dia, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi benteng penting bagi generasi muda.
Karena itu, Pemerintah Kota Gorontalo tetap berkomitmen menerapkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat masuk SMP sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2005.
Berdasarkan data panitia, Kecamatan Kota Selatan menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 193 santri. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Kota Barat sebanyak 136 santri dan Kecamatan Dungingi 105 santri.
Kegiatan tersebut dibiayai melalui DPA Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2026.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pengalungan gordon secara simbolis oleh wali kota kepada perwakilan wisudawan.
Wali Kota Adhan berharap seluruh santri yang telah dikhatamkan dapat terus belajar, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, serta menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat.






