PENAS XVII Buka Peluang Bisnis Besar, KADIN Gorontalo Hilang Ke Mana?

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo tidak hanya menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap keterlibatan sejumlah lembaga strategis daerah, salah satunya Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Gorontalo.

Di tengah berbagai kegiatan yang berlangsung selama PENAS, muncul pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai peran dan kehadiran KADIN Gorontalo dalam mendukung agenda yang bertujuan memperkuat sektor pertanian, perikanan, serta pengembangan jejaring usaha tersebut.

Sorotan itu salah satunya disampaikan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi NasDem, Mikson Yapanto, dalam sebuah diskusi Group Pelangi Rakyat Gorontalo.

Mikson mempertanyakan posisi dan keterlibatan KADIN pada sejumlah agenda yang berkaitan dengan pengembangan usaha petani dan nelayan selama PENAS berlangsung.

Baca Juga :  Unisan Gorontalo Buka Suara Soal Kenaikan Biaya PKKMB dan Asuransi

Menurut Mikson, yang juga ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, organisasi yang menaungi dunia usaha tersebut seharusnya menjadi salah satu pihak yang paling aktif mengambil bagian dalam momentum nasional tersebut.

Pasalnya, hasil-hasil pertanian dan perikanan yang dipamerkan maupun dipromosikan dalam PENAS membutuhkan dukungan dunia usaha agar memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Dorang Kadin so tdk kase disposisi mewakili Kadin padahal Haji Jasin Gaga mewakili Kadin,” kata Mikson dalam percakapan tersebut. Rabu, 24/06/26.

Ia menilai keberadaan KADIN sangat penting untuk menjembatani kepentingan petani dan nelayan dengan dunia usaha. Melalui jaringan yang dimiliki, KADIN dinilai mampu membantu pemasaran, investasi, hingga membuka peluang kerja sama bisnis yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha sektor pangan.

Baca Juga :  Diskusi BPKP dan Pengusaha Jagung, Dorong Program Agromaritim Gorontalo

“Mestinya Kadin hadir karena mo kase laku petani dgn nelayan pe hasil ini Kadin,” ujar Mikson.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KADIN memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi dan memperkuat posisi petani maupun nelayan sebagai pelaku ekonomi produktif.

Apalagi selama ini dunia usaha kerap disebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Wajib hadir mewkili Kadin sbg bpk angkat petani,” tambahnya.

PENAS XVII sendiri menjadi momentum penting yang mempertemukan ribuan peserta dari berbagai provinsi.

Baca Juga :  Gubernur Gorontalo Terima Penganugerahan Provinsi Layak Anak tahun 2025

Selain menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan teknologi pertanian, kegiatan tersebut juga membuka peluang investasi, promosi produk unggulan daerah, serta pengembangan kemitraan bisnis.

Karena itu, sejumlah kalangan menilai keterlibatan organisasi dunia usaha seperti KADIN seharusnya lebih terlihat dan terukur.

Kehadiran KADIN tidak hanya sebatas simbolis, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret bagi pemasaran produk petani dan nelayan, mempertemukan pelaku usaha dengan investor, serta mendorong terciptanya rantai bisnis yang berkelanjutan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KADIN Gorontalo terkait tanggapan atas sorotan tersebut maupun bentuk keterlibatan organisasi tersebut dalam rangkaian kegiatan PENAS XVII di Gorontalo. Redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada humas Kadin Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *