TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya membawa semarak di lokasi kegiatan utama, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor usaha dan pariwisata lokal. Salah satu yang merasakan langsung lonjakan kunjungan adalah pusat oleh-oleh di Kota Gorontalo. Minggu, 21/06/26.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana Maharani Souvenir tampak lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Ratusan peserta PENAS XVII dari beMaharani Souvenir rbagai daerah di Indonesia memadati area pertokoan usai mengikuti rangkaian kegiatan di kawasan GORR David-Tony.
Sejak siang hari, bus rombongan para pengunjung terlihat antusias peserta penas mmasuki Maharani Souvenir untuk mencari aneka makanan khas Gorontalo yang dapat dijadikan buah tangan bagi keluarga dan kerabat di daerah asal mereka.
Keramaian paling terlihat di bagian etalase kuliner tradisional. Beragam kue khas Gorontalo menjadi incaran para peserta yang ingin mencicipi sekaligus membawa pulang cita rasa daerah yang dikenal sebagai Serambi Madinah tersebut.
Karamunting menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari. Kue tradisional dengan tekstur renyah dan rasa manis khas itu terlihat cepat habis dari rak penjualan.
Selain Karamunting, sejumlah makanan khas lainnya seperti Karawo dalam bentuk kue kering bercorak sulaman, Tiliaya, hingga Kolombengi juga menjadi favorit para pembeli.
Tidak sedikit pengunjung yang membeli dalam jumlah besar. Mereka tampak membawa beberapa kantong belanja berisi aneka kue dan camilan tradisional untuk dibagikan kepada keluarga, tetangga, maupun rekan kerja setelah kembali ke daerah masing-masing.
Lonjakan kunjungan tersebut disebut sudah mulai terasa sejak hari pertama pelaksanaan PENAS XVII. Tingginya jumlah peserta yang datang ke Gorontalo berdampak langsung pada peningkatan transaksi di berbagai pusat oleh-oleh, termasuk Maharani Souvenir.
Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, pihak toko diketahui menambah persediaan berbagai jenis kue kering dan makanan tradisional hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan pengunjung tetap terpenuhi selama pelaksanaan kegiatan nasional berlangsung.
Para peserta PENAS XVII yang ditemui di lokasi mengaku terkesan dengan ragam kuliner khas Gorontalo. Mereka menilai makanan tradisional daerah ini memiliki cita rasa yang unik, berbeda dengan daerah lain, dan sangat cocok dijadikan oleh-oleh.
Bagi banyak peserta, kunjungan ke Maharani Souvenir menjadi salah satu pengalaman menarik selama berada di Gorontalo. Setelah mengikuti berbagai kegiatan penyuluhan, pameran teknologi pertanian, hingga pertemuan antarpetani dan nelayan dari seluruh Indonesia, berburu oleh-oleh khas daerah menjadi agenda yang tidak ingin dilewatkan.
Ramainya aktivitas di pusat oleh-oleh tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana pelaksanaan PENAS XVII turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia tidak hanya membawa semangat pertukaran ilmu dan pengalaman di sektor pertanian serta perikanan, tetapi juga memberikan berkah bagi pelaku usaha lokal di Kota Gorontalo.






