PIAD DPRD  Gorontalo Perkuat UMKM Perempuan Kepala Keluarga Lewat Program Ruang Bersama Indonesia

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Persatuan Istri Anggota Dewan (PIAD) DPRD Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan kepala keluarga melalui program Ruang Bersama Indonesia (RBI), Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan agar semakin mandiri sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui penguatan kapasitas usaha.

Acara dibuka Ketua PIAD DPRD Provinsi Gorontalo, Ny. Nurjannah Yusuf, dan dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, anggota DPRD, narasumber, serta para pelaku UMKM perempuan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Gorontalo: Idulfitri Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Dalam sambutannya, Nurjannah Yusuf menegaskan perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, tidak sedikit perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga sehingga perlu memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.

“UMKM telah terbukti menjadi sektor yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Namun, pelaku UMKM perempuan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan akses permodalan, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, jejaring usaha hingga pengembangan inovasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI), berbagai pihak diharapkan dapat berkolaborasi dalam mendampingi pelaku UMKM perempuan. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, organisasi perempuan, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.

Baca Juga :  Pelantikan Rektor UNIGO Jadi Momentum Penguatan Pendidikan, Ini Pesan Ketua Komisi IV DPRD Gorontalo

Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memperluas akses terhadap pelatihan, penguatan kapasitas, pendampingan usaha, serta peluang pembiayaan bagi perempuan kepala keluarga.

Nurjannah menilai pemberdayaan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperluas kesempatan, dan menciptakan kemandirian perempuan agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Perempuan kepala keluarga harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, mengakses pembiayaan, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar bagi produk-produknya,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan yang berkesinambungan, pembentukan jejaring usaha, peningkatan kualitas produk, hingga pemanfaatan platform digital agar UMKM perempuan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Hambat Pembangunan KDMP di Hutabohu, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Tinjau Lokasi

Menutup sambutannya, Ketua PIAD DPRD Provinsi Gorontalo mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi, saling berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan usaha.

“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi keluarga, memperluas kesempatan usaha, serta melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang mampu berkontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Gorontalo,” tutupnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *