Piala Dunia 2026 Diprediksi Sedot Dana Masyarakat, Hingga Rp60 Triliun Berpotensi Mengalir ke Luar Negeri

TABAYYUN.CO.ID, NASIONAL – Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi turnamen sepak bola terbesar sepanjang sejarah. Di balik kemeriahan pesta olahraga tersebut, muncul kekhawatiran terhadap meningkatnya aktivitas taruhan online yang diperkirakan ikut melonjak, termasuk di Indonesia.

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, memperkirakan nilai transaksi taruhan sepak bola selama Piala Dunia 2026 berpotensi mencapai Rp30 triliun hingga Rp60 triliun. Besarnya angka tersebut dinilai dapat memicu kebocoran likuiditas karena dana masyarakat beralih ke praktik perjudian ilegal.

Baca Juga :  Gubernur Gorontalo Terima Penganugerahan Provinsi Layak Anak tahun 2025

Menurut Liza, proyeksi nilai taruhan itu setara dengan sekitar 40 hingga 70 persen dari total aksi jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini. Meski demikian, ia menilai ancaman terbesar bukan terhadap pasar modal, melainkan terhadap perputaran uang di sektor riil.

Dana masyarakat yang seharusnya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi maupun investasi produktif berpotensi terserap ke aktivitas perjudian. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi daya dorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Baca Juga :  Jelang Rilis, iPhone 18 Hadir dengan RAM Lebih Besar dan Tombol Kamera Baru

Potensi lonjakan taruhan dinilai sejalan dengan skala Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Untuk pertama kalinya, turnamen empat tahunan itu diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan, menjadikannya kompetisi terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.

Secara global, perusahaan jasa keuangan McQuarie memperkirakan nilai taruhan selama turnamen tersebut dapat mencapai 50 miliar hingga 60 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp898 triliun hingga Rp1.076 triliun. Nilai itu diproyeksikan meningkat sekitar 71 persen dibandingkan estimasi taruhan pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Baca Juga :  Dunia Pers Berduka Usai 5 Jurnalis Al Jazeera Dibunuh Israel di Gaza

Selain dampak ekonomi, meningkatnya aktivitas taruhan juga dinilai membawa risiko sosial. Pengamat perjudian mengingatkan bahwa sebagian besar pelaku taruhan olahraga berpotensi mengalami kerugian finansial dalam jangka panjang.

Kelompok pria muda disebut menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Selain kehilangan uang, mereka berisiko menghadapi persoalan utang akibat kebiasaan berjudi selama berlangsungnya pesta sepak bola dunia tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *