Pj Sekda Nuryanto Buka Turnamen Layangan, 128 Pemain Ramaikan Eks Terminal Andalas

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO — Kawasan Eks Terminal 42 Andalas, Kota Gorontalo, mendadak dipenuhi para pemain layangan, Jumat (18/9/2026).

Puluhan peserta ambil bagian dalam Turnamen Layangan Ulur Gibrik yang dibuka Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto.

Turnamen tersebut diikuti 32 tim. Setiap tim terdiri dari empat pemain, sehingga total terdapat 128 player yang mengikuti perlombaan.

Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp20 juta bagi para peserta.

Menariknya, turnamen ini bermula dari aktivitas Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang pada Ahad (13/9/2026) datang ke kawasan Eks Terminal Andalas 42 untuk melihat sekaligus ikut bermain layangan.

Aktivitas tersebut kemudian memunculkan gagasan untuk menggelar permainan layangan dalam bentuk turnamen yang melibatkan masyarakat.

Mewakili Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel yang pada waktu bersamaan memiliki agenda pemerintahan lainnya, Nuryanto menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Gorontalo terhadap kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Wawali Indra Gobel Resmi Buka Lomba Festival Tumbilotohe 2026

“Pemerintah kota sangat mensupport sekali kegiatan ini, karena memang ini merupakan satu kegiatan yang unik dan juga sangat masyarakat seperti itu,” ujar Pj Sekda Nuryanto.

Menurut Nuryanto, permainan layangan bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat. Permainan tersebut bahkan telah dikenal sejak masa kanak-kanak.

Karena itu, ia menilai kegiatan semacam ini perlu dipertahankan dan tidak berhenti pada satu pelaksanaan saja.

Namun, Turnamen Layangan Ulur Gibrik kali ini kemungkinan menjadi kegiatan pertama sekaligus terakhir yang digelar di kawasan Eks Terminal 42 Andalas.

Pasalnya, kawasan tersebut akan dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan kantor Wali Kota Gorontalo yang baru.

“Event ini merupakan event yang pertama kali di lokasi ini, dan mungkin yang terakhir kali di sini. Karena tahun depan ini sudah ditata untuk pembangunan kantor wali kota, jadi tidak boleh ada lagi yang mengakses ke dalam terminal ini,” katanya.

Baca Juga :  Ramadhan ke-17, Antusias Buka Puasa Bersama di Hotel FOX Gorontalo Diserbu Pengunjung

Nuryanto berharap permainan layangan tetap dapat dilanjutkan dengan mencari lokasi baru yang lebih representatif.

Ia bahkan melihat permainan layangan berpotensi dikembangkan menjadi sebuah atraksi yang dapat diintegrasikan dengan destinasi wisata di Kota Gorontalo.

Menurutnya, jika dikemas secara rutin, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Nuryanto juga meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Bagi peserta yang berhasil meraih kemenangan, ia menyampaikan ucapan selamat. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia berharap tidak berkecil hati dan dapat kembali mengikuti kegiatan serupa pada event berikutnya.

Baca Juga :  Papip Celebes Terpilih, Bapera Soroti Muskot Kadin: Diduga Langgar UU dan Instruksi Presiden

Pada kesempatan tersebut, Nuryanto juga mengusulkan agar pada acara penutupan nantinya digelar ekshibisi layangan adu yang melibatkan para kepala perangkat daerah.

Usulan tersebut, kata dia, tentunya akan terlebih dahulu dikoordinasikan dan menunggu persetujuan Wali Kota Gorontalo.

Menurut Nuryanto, kegiatan seperti Turnamen Layangan Ulur Gibrik menjadi pengingat bahwa masyarakat maupun pemerintah tidak harus selalu berada dalam suasana pekerjaan yang serius.

Ruang untuk bersantai dan menikmati hiburan sederhana juga diperlukan.

“Insya Allah kegiatan ini mempunyai dampak yang sangat baik, baik itu pada masyarakat sekitar maupun untuk memberikan semacam edukasi, bahwa kita juga tidak harus bekerja serius terus, tapi juga satu saat kita cari waktu untuk santai, sekaligus memainkan layang-layang ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *