PNBP Visa Tumbuh 6,42 Persen, Imigrasi Perkuat Seleksi Orang Asing Masuk Indonesia

TABAYYUN.CO.ID, JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika global, Direktorat Jenderal Imigrasi tetap membukukan kinerja positif. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa pada Semester I Tahun 2026 meningkat 6,42 persen menjadi Rp2,815 triliun, meski jumlah penerbitan visa secara keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan capaian tersebut mencerminkan arah baru kebijakan keimigrasian Indonesia yang lebih menitikberatkan pada kualitas pelayanan serta pengawasan dibanding sekadar mengejar jumlah kunjungan.

Menurutnya, transformasi digital dan penerapan selective policy menjadi strategi utama dalam memastikan setiap warga negara asing yang masuk ke Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional tanpa mengesampingkan aspek keamanan.

“Kami mengedepankan transformasi digital dan selective policy untuk memastikan bahwa setiap orang asing yang masuk ke Indonesia memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional, tanpa mengabaikan aspek keamanan negara,” ujar Hendarsam, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Bahlil Ungkap Arahan Prabowo: Hilirisasi dan Energi Alternatif Jadi Prioritas

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Ditjen Imigrasi menerbitkan sebanyak 3.924.500 visa atau turun 6,77 persen dibandingkan Semester I Tahun 2025 yang mencapai 4.209.465 visa. Penurunan paling signifikan terjadi pada kategori Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang merosot hingga 87,91 persen.

Di sisi lain, visa kunjungan indeks C1 justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan 2,76 persen menjadi 3.829.902 penerbitan. Sementara itu, implementasi program Golden Visa juga mulai menunjukkan perkembangan dengan total 143 visa yang telah diterbitkan.

Australia masih menjadi negara dengan jumlah wisatawan terbanyak yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 848.802 orang. Posisi berikutnya ditempati China, India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Untuk jenis visa, Visa on Arrival (VoA) masih menjadi layanan yang paling banyak digunakan dengan total 3.481.490 penerbitan. Disusul visa kunjungan indeks C1 sebanyak 113.323 penerbitan dan visa indeks C20 untuk kebutuhan instalasi alat sebanyak 83.852 penerbitan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Lima Rapat Bersama Menteri di Hambalang

Selain meningkatkan pelayanan, Ditjen Imigrasi juga memperkuat pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing. Selama Semester I Tahun 2026, tercatat 10.911 tindakan administratif keimigrasian telah dilakukan, termasuk 3.260 pembatalan izin tinggal dan deportasi terhadap pelanggar aturan.

Sebanyak 23 warga negara asing juga diproses melalui jalur pidana. Dari jumlah tersebut, 17 perkara masih berada pada tahap penyidikan, empat kasus memasuki proses persidangan, dan satu perkara telah memperoleh putusan hukum tetap.

“Setiap tindakan administratif, mulai dari penangkalan hingga deportasi, merupakan langkah kami untuk menyaring kualitas orang asing yang masuk untuk meminimalisasi potensi risiko yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban nasional,” tegas Hendarsam.

Di bidang pengawasan perlintasan, Imigrasi juga mencatat 401 WNI dan 36 WNA dicegah bepergian ke luar negeri atas permintaan aparat penegak hukum. Selain itu, sebanyak 2.102 WNA masuk dalam daftar penangkalan, dengan mayoritas terkait pelanggaran keimigrasian.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Pemerintah Berpihak ke Rakyat, Negara Tak Akan Biarkan Masyarakat Hadapi Kesulitan Sendiri

Sementara itu, pelayanan keimigrasian kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Hingga pertengahan tahun, Imigrasi telah menerbitkan 1.673.816 paspor bagi WNI, 23.082 Izin Tinggal Terbatas (ITAS), 3.330 Izin Tinggal Tetap (ITAP), serta memproses 54 permohonan Global Citizenship of Indonesia.

Data perlintasan menunjukkan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi dengan 12.891.069 kedatangan dan 12.866.474 keberangkatan, baik WNI maupun WNA.

Menutup keterangannya, Hendarsam menegaskan bahwa capaian pada semester pertama akan menjadi pijakan untuk terus memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan keimigrasian dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.

“Capaian semester pertama ini menjadi batu loncatan bagi kami. Ke depan, kami akan terus mengupayakan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian yang lebih baik serta mampu merespons tantangan global yang semakin dinamis,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *