TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO – Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, mengingatkan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat Kecamatan Botupingge agar tidak cepat berpuas diri setelah berhasil meraih status Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari praktik buang air besar sembarangan.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga capaian tersebut sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih baik agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
Pesan itu disampaikan Rakhmatiyah saat melantik pengurus Pokja Desa Sehat Kecamatan Botupingge di Desa Timbuolo Tengah, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Bone Bolango, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan, para kepala desa, serta jajaran FKKS Bone Bolango.
Dalam sambutannya, Rakhmatiyah yang juga Ketua Komisi I DPRD Bone Bolango menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menggerakkan masyarakat dalam mewujudkan desa sehat secara berkelanjutan.
Ia mengatakan, salah satu tugas utama yang harus dijaga adalah mempertahankan status 100 persen ODF yang telah berhasil dicapai Kecamatan Botupingge.
“Yang menjadi tugas Pokja Desa Sehat sekarang adalah memastikan status ODF tetap terjaga dan tidak ada lagi warga yang kembali buang air besar sembarangan,” kata Rakhmatiyah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat sehingga harus terus dipertahankan melalui pengawasan serta edukasi yang berkesinambungan.
Selain itu, Rakhmatiyah menilai persoalan sampah kini menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani. Ia menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih dimulai dari lingkungan keluarga hingga menjadi gerakan bersama di tingkat desa.
Ia mengimbau masyarakat agar membiasakan membuang sampah pada tempatnya serta tidak lagi membuang limbah rumah tangga secara sembarangan, termasuk popok sekali pakai yang dapat mencemari lingkungan.
“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi limbah seperti popok sekali pakai yang bisa mencemari lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan,” ujarnya.
Rakhmatiyah menilai keberhasilan program Desa Sehat sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat, bukan hanya pada pelaksanaan program pemerintah.
Karena itu, ia berharap seluruh pengurus Pokja Desa Sehat mampu menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan.
Menurutnya, konsep Kabupaten/Kota Sehat bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat melalui pemberdayaan masyarakat yang didukung seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara FKKS, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat.
“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen agar lingkungan desa tetap bersih dan sehat,” katanya.
Rakhmatiyah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembentukan Pokja Desa Sehat Kecamatan Botupingge. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat gerakan Desa Sehat di Kabupaten Bone Bolango.
Ia menambahkan, program Desa Sehat juga mendapat dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango serta disinergikan dengan Tim Penggerak PKK agar edukasi mengenai kesehatan lingkungan dapat menjangkau hingga tingkat keluarga.
Melalui kepengurusan yang baru, FKKS Bone Bolango berharap Pokja Desa Sehat mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat sehingga status ODF tetap terjaga, pengelolaan sampah semakin baik, dan cita-cita mewujudkan Bone Bolango sebagai daerah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman dapat tercapai secara berkelanjutan.












