Reses di Desa Kikia, Ridwan Monoarfa Siap Perjuangkan Normalisasi Sungai dan Pemecah Ombak

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO UTARA – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, memulai agenda reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 dengan menyerap aspirasi masyarakat di Desa Kikia, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.

Dalam dialog bersama warga, persoalan banjir menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan.

Masyarakat berharap pemerintah dapat merealisasikan program normalisasi sungai serta pembangunan pemecah ombak untuk mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayah tersebut.

Ridwan Monoarfa mengatakan aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Gorut Meriahkan HUT ke-19 dengan Tarian Dana-Dana Kolosal

Menurutnya, kebutuhan akan infrastruktur pengendalian banjir merupakan hal yang mendesak mengingat dampaknya terhadap keselamatan warga dan aktivitas perekonomian.

“Masyarakat Desa Kikia berharap adanya normalisasi sungai dan pembangunan pemecah ombak sebagai langkah mengurangi ancaman banjir. Aspirasi ini tentu akan kami perjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah, karena menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ridwan.

Meski demikian, Ridwan menilai penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Ia menegaskan perlunya upaya menjaga kelestarian lingkungan agar risiko bencana dapat ditekan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Polemik Gaji PPPK RS ZUS, Aktivis Minta Thariq Modanggu Ambil Sikap Ganti Direktur

Ridwan yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu menyampaikan, perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan semakin tinggi, ditambah berkurangnya kawasan hutan dan daerah resapan air, menjadi faktor yang memperparah banjir di sejumlah wilayah.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh. Selain normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur, kita juga harus menjaga lingkungan melalui penanaman pohon, melindungi daerah resapan air, serta mencegah aktivitas yang merusak alam. Infrastruktur melindungi kita hari ini, sedangkan lingkungan yang lestari akan menjaga generasi mendatang,” kata politisi kawakan Partai NasDem tersebut.

Baca Juga :  Bukan Sanksi, Tapi ‘Penyelamatan’? AP3 Pertanyakan Sikap Kadis Irwan di Momentum HUT Gorut

Ridwan menambahkan, reses bukan hanya menjadi forum untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga sarana membangun kesadaran bersama bahwa pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan sungai yang lebih terawat, kawasan pesisir yang terlindungi, serta lingkungan yang tetap lestari demi menciptakan Gorontalo Utara yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *