Reses di Pilolodaa, Indriani Dunda Dorong Majelis Taklim Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Gorontalo, Indriani Dunda, memanfaatkan agenda reses Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 untuk menyerap aspirasi sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam pertemuan bersama Majelis Taklim Pilolodaa, Kota Gorontalo, Indriani menyampaikan bahwa kegiatan Majelis Taklim ke depan tidak hanya berorientasi pada pengajian dan aktivitas keagamaan, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi wadah peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ia menilai, anggota Majelis Taklim memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif, mulai dari usaha kuliner, pembuatan kue, katering hingga keterampilan menjahit.

“Saya ingin Majelis Taklim ini berdaya. Walaupun selama ini kegiatannya hanya pengajian, ke depan akan mulai bergerak secara ekonomi. Akan ada pelatihan-pelatihan usaha untuk Majelis Taklim,” ujar Indriani. Senin,02/11/26.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah di Gorontalo, 2 Ton Beras Ludes Diserbu Warga

Menurut Indriani, pengembangan usaha tersebut nantinya dapat dilakukan secara kolektif melalui pembentukan badan usaha di lingkungan Majelis Taklim.

Melalui konsep itu, setiap anggota yang memiliki keterampilan tertentu dapat terlibat langsung dalam kegiatan usaha.

Misalnya, ketika ada pesanan catering, anggota yang memiliki kemampuan memasak bisa diberdayakan untuk mengerjakannya.

Keuntungan usaha selanjutnya dapat dikelola untuk mendukung keberlanjutan organisasi sekaligus memberikan insentif kepada anggota yang terlibat dalam produksi.

Indriani juga membuka peluang dukungan permodalan, pelatihan, hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi kelompok usaha yang memenuhi persyaratan.

Baca Juga :  Musprov Kadin Sejumlah Provinsi Tertunda Termasuk Gorontalo, Peran Gubernur Dipertanyakan

Ia berharap, Majelis Taklim tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bantuan dari pihak luar ketika menyelenggarakan kegiatan, melainkan mampu membangun sumber pendanaan secara mandiri.

“Saya ingin Majelis Taklim tidak selalu meminta bantuan kepada orang-orang ketika ada kegiatan. Kita harus mulai membangun usaha sendiri agar anggota juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi,” katanya.

Indriani mengungkapkan, program pemberdayaan tersebut akan diupayakan menjangkau Majelis Taklim yang tersebar di 50 kelurahan di Kota Gorontalo.

Ia juga mendorong Majelis Taklim yang belum menjadi kelompok binaannya agar dapat saling berbagi pengalaman dan mengikuti berbagai program pengembangan yang telah berjalan di kelompok lain.

Baca Juga :  PENAS XVII Hadirkan Peluang Baru, Investor Gorontalo Lirik Potensi Jagung Maros

Selain pengembangan usaha, Indriani turut membuka peluang kegiatan kreatif seperti festival dan berbagai aktivitas produktif yang melibatkan anggota Majelis Taklim.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Majelis Taklim Beramal untuk mendukung kegiatan dan pengembangan kelompok.

Indriani berharap, keberadaan Majelis Taklim dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggotanya. Tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan melalui pengajian, tetapi juga membuka kesempatan bagi kaum perempuan untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Dengan demikian, kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *