Ribuan Warga Bone Bolango Larut dalam Doa, Kenang Pengabdian Rachmat Gobel di Danau Perintis

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO – Ribuan warga memadati kawasan Wisata Danau Perintis, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (16/7/2026) malam, untuk mengikuti doa bersama mengenang hari ketujuh wafatnya Dr. (H.C.) Rachmat Gobel.

Suasana yang semula tenang di tepian danau berubah menjadi lautan doa yang dipanjatkan masyarakat bagi tokoh yang dikenal memiliki dedikasi besar terhadap Gorontalo.

Sejak selepas Magrib, masyarakat dari berbagai wilayah di Bone Bolango mulai berdatangan. Arus kendaraan dan pejalan kaki memenuhi akses menuju kawasan wisata. Mereka hadir bersama keluarga untuk mengikuti rangkaian doa yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

Acara diawali dengan Salat Isya berjamaah yang diikuti Bupati Bone Bolango Ismet Mile, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh agama, hingga masyarakat umum.

Usai salat, ribuan jamaah secara serentak melantunkan Surah Yasin, dzikir, dan doa untuk almarhum Rachmat Gobel. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di kawasan Danau Perintis, menciptakan suasana khusyuk yang dipenuhi harapan agar almarhum memperoleh ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Baca Juga :  Max Kritik Aplikasi Lapor DPRD : Lapor Langsung Sering Diabaikan “Apalagi Bo Online”

Dalam sambutannya, Bupati Bone Bolango Ismet Mile mengaku terharu melihat besarnya antusiasme masyarakat yang hadir untuk mendoakan almarhum.

“Hari ini adalah hari ketujuh beliau meninggalkan kita. Insyaallah kita semua senantiasa menjadi bagian dari orang-orang yang terus mendoakan beliau. Semoga Allah SWT membukakan pintu surga selebar-lebarnya atas segala amal baik yang telah beliau lakukan,” ujar Ismet Mile.

Menurut Ismet, kehadiran ribuan masyarakat menjadi bukti bahwa Rachmat Gobel merupakan sosok yang sangat dicintai masyarakat Gorontalo.

Ia mengatakan, selama hidupnya Rachmat Gobel memberikan perhatian besar terhadap pembangunan daerah, termasuk Kabupaten Bone Bolango. Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program pembangunan, tetapi juga kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Wisata Hiu Paus Botubarani Masuk Radar Pansus DPRD untuk Dongkrak PAD Daerah

“Kehadiran masyarakat sebanyak ini menunjukkan bahwa beliau adalah sosok yang dicintai. Tidak semua orang mampu meninggalkan kesan seperti itu ketika telah tiada,” katanya.

Suasana haru semakin terasa ketika panitia memutar lagu yang diciptakan khusus untuk mengenang almarhum. Lantunan lagu tersebut mengiringi refleksi malam, menghadirkan kembali kenangan tentang perjalanan pengabdian Rachmat Gobel selama hidupnya.

Sejumlah jamaah tampak meneteskan air mata. Sebagian lainnya menundukkan kepala sambil mengikuti alunan lagu yang menggema di kawasan Danau Perintis.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango juga menyerahkan bantuan kepada anak-anak penyandang disabilitas sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini diperjuangkan Rachmat Gobel.

Menurut pemerintah daerah, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa semangat kepedulian sosial yang diwariskan almarhum harus terus dilanjutkan oleh seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Tuntut Infrastruktur, Warga Pinogu Desak Pemerintah Penuhi Hak Dasar

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Dr. Abdurrahman Bahmid, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan wafatnya seseorang sebagai pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.

Menjelang berakhirnya kegiatan, ribuan jamaah kembali mengangkat tangan memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Malam di Danau Perintis pun ditutup tanpa kemeriahan. Yang tersisa hanyalah lantunan doa dan keheningan yang menjadi saksi besarnya rasa hormat masyarakat kepada sosok Rachmat Gobel.

Tujuh hari setelah kepergiannya, nama Rachmat Gobel masih hidup dalam ingatan masyarakat Gorontalo. Doa yang dipanjatkan ribuan warga malam itu menjadi cerminan bahwa jejak pengabdian dan kecintaannya terhadap Gorontalo akan terus dikenang lintas generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *