Ridwan Monoarfa Menanam Harapan, Memulihkan Alam Bersama Mahasiswa KKN UGM di Desa Motihelumo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALALO UTARA – Masa reses tidak hanya dimanfaatkan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, untuk menyerap aspirasi masyarakat. Di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, ia juga mengajak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi nyata melalui penanaman pohon durian sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan membangun masa depan Gorontalo Utara.

Bagi Ridwan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni menanam bibit pohon, melainkan sebuah pesan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam sebagai sumber kehidupan masyarakat.

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Hari ini kita menanam bibit, beberapa tahun ke depan masyarakat akan menikmati buahnya. Lebih dari itu, pohon akan menjaga sumber air, memperkuat tanah, mengurangi risiko banjir, dan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” ujar Ridwan. Sabtu,04/07/26.

Di sela-sela kegiatan, Ridwan bersama mahasiswa KKN UGM berdialog dengan masyarakat mengenai berbagai potensi yang dimiliki Desa Motihelumo. Desa tersebut dikenal memiliki bentang alam yang masih asri, tanah yang subur, serta sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan hortikultura.

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Tinjau Posko Mudik Lebaran 2026 di Bandara Djalaluddin

Namun di balik potensi itu, masyarakat masih menghadapi persoalan lingkungan yang terus berulang setiap musim penghujan. Luapan sungai kerap menyebabkan banjir yang mengganggu aktivitas warga sekaligus merusak lahan pertanian.

Menurut Ridwan, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan. Yang tidak kalah penting adalah mengembalikan fungsi ekologis kawasan melalui rehabilitasi hutan, penghijauan, dan pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan.

“Kalau kita hanya membangun infrastruktur tetapi membiarkan lingkungan terus rusak, maka persoalan banjir akan terus berulang. Karena itu, menjaga kelestarian alam harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Ia menilai gerakan penghijauan tidak mungkin berhasil jika hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha hingga komunitas lingkungan agar kesadaran menjaga alam tumbuh menjadi budaya bersama.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Pelaksanaan Program MBG di SMA Negeri 1 Telaga

Ridwan juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada yang memilih Desa Motihelumo sebagai lokasi pengabdian masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai membawa semangat baru melalui transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian dan hortikultura.

“Mereka bukan hanya datang menjalankan program KKN, tetapi juga berbagi pengetahuan mengenai teknik budidaya, penanaman, hingga perawatan tanaman yang baik. Sinergi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong lahirnya desa yang lebih produktif dan mandiri,” ungkap Ridwan yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo.

Menurut Ridwan, kolaborasi antara akademisi dan masyarakat merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan desa. Pengalaman masyarakat yang memahami kondisi lapangan dipadukan dengan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi akan menghasilkan solusi yang lebih tepat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Hambat Pembangunan KDMP di Hutabohu, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Tinjau Lokasi

Sebagai wakil rakyat, Ridwan menegaskan dirinya tidak hanya ingin memperjuangkan program pembangunan melalui kebijakan dan penganggaran, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

“Politik yang bermakna bukan hanya soal memperjuangkan anggaran, tetapi bagaimana kita mampu menggerakkan masyarakat untuk mencintai lingkungan. Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan menjadi gerakan berkelanjutan, saya yakin ini akan menjadi langkah besar dalam memulihkan alam Gorontalo Utara,” tegasnya.

Ia berharap aksi sederhana tersebut dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin peduli terhadap pelestarian lingkungan. Sebab, menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi mewariskan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi anak cucu di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *