RSUD ZUS Perkuat Disiplin Pegawai, Apel Pagi Jadi Ruang Koordinasi Pelayanan

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Manajemen RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) memperkuat kedisiplinan pegawai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

Disiplin tidak hanya diarahkan pada kepatuhan terhadap jam kerja, tetapi juga pada kesiapan petugas dan kelancaran koordinasi antarunit.

Salah satu cara yang diterapkan yakni apel pagi dan apel pulang bagi staf serta tenaga medis. Kegiatan itu dilaksanakan secara rutin pada hari kerja sebagai sarana untuk menyampaikan informasi sekaligus mengevaluasi pekerjaan.

Bagi manajemen RSUD ZUS, apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Forum itu dimanfaatkan untuk memastikan pegawai memahami pembagian tugas dan mengetahui berbagai perkembangan yang berkaitan dengan pelayanan rumah sakit.

Kasubag Kepegawaian dan Promosi RSUD dr. Zainal Umar Sidiki, Ns. Sri Mulyati B. Suila, S.Kep., mengatakan apel pagi menjadi momentum untuk menyatukan informasi sebelum pegawai memulai aktivitas.

Baca Juga :  Kasubag Umum dan Perlengkapan RSUD ZUS Turut Bangga atas Kelulusan Dua Dokter PPDS

“Apel pagi kami gunakan sebagai ajang penyampaian informasi penting, pembagian tugas, serta penguatan komitmen pelayanan sebelum memulai aktivitas,” ujar Sri Mulyati.

Menurut dia, koordinasi menjadi faktor penting karena pelayanan di rumah sakit melibatkan banyak bagian yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, persoalan komunikasi maupun keterlambatan pekerjaan perlu diminimalkan agar tidak berpengaruh terhadap pasien.

Apel pagi juga menjadi ruang bagi manajemen untuk memastikan setiap pegawai memahami tanggung jawabnya. Informasi yang berkaitan dengan pelayanan dapat disampaikan secara langsung kepada seluruh staf.

Sementara itu, apel pulang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan selama satu hari. Pegawai dapat menyampaikan berbagai kendala yang ditemui ketika memberikan pelayanan.

Baca Juga :  ZAMRUD Sebut Bukber RSUD Zainal Umar Sidiki Dinilai Abaikan Konsep Ramah Lingkungan

Evaluasi tersebut diharapkan membuat persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, masalah yang muncul tidak berlarut hingga mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Sri Mulyati menegaskan, kedisiplinan memiliki hubungan erat dengan kualitas layanan kesehatan. Ketepatan waktu, kesiapan petugas dan komunikasi antarpegawai menjadi sejumlah faktor yang harus dijaga.

“Kami ingin memastikan seluruh staf memiliki kesadaran yang sama bahwa setiap menit di rumah sakit sangat berharga bagi nyawa dan kenyamanan pasien. Budaya disiplin ini adalah langkah awal yang paling mendasar,” katanya.

Penerapan disiplin tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan kerja yang lebih responsif. Manajemen tidak ingin apel hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi menjadi bagian dari mekanisme koordinasi dan evaluasi pelayanan.

Baca Juga :  Sampah Menggunung di RS ZUS, ZAMRUD Desak Komisi I DPRD Provinsi Panggil Bupati dan Direktur : Dinilai Tak Becus Bekerja

Di lingkungan rumah sakit, kesiapan petugas menjadi hal penting karena kebutuhan pasien dapat muncul setiap saat. Karena itu, setiap pegawai dituntut menjalankan tugas secara tepat waktu dan sesuai tanggung jawab masing-masing.

Manajemen RSUD ZUS berharap kebiasaan tersebut berkembang menjadi budaya kerja yang konsisten. Disiplin diharapkan tidak berhenti pada kehadiran dalam apel, tetapi terlihat dalam cara pegawai memberikan pelayanan.

Pada akhirnya, keberhasilan penerapan disiplin dapat dilihat dari kualitas layanan yang dirasakan masyarakat. Pelayanan yang lebih cepat, koordinasi yang baik dan kesiapan petugas menjadi indikator yang ingin dicapai melalui langkah tersebut.

Dengan penguatan kedisiplinan dan komunikasi internal, RSUD ZUS berupaya menjaga profesionalisme pegawai sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *