Sebelum Pulang ke Ternate, Sherly Tjoanda Titip Pesan Khusus Soal Hiu Paus Gorontalo

Gusnar Ismail mengungkapkan, dirinya menyempatkan bertemu dengan Sherly sebelum keberangkatan Gubernur Maluku Utara tersebut.

Pertemuan itu sekaligus menjadi momen untuk bertukar kesan setelah keduanya mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selama berada di Gorontalo.

Dalam konferensi pers pasca-Penas XVII di Aula Rumah Dinas Gubernur, Minggu (28/6/2026), Gusnar mengatakan Sherly menyampaikan perhatian khusus terhadap kondisi hiu paus yang menjadi salah satu ikon wisata bahari Gorontalo.

Baca Juga :  Supremasi Hukum Dimulai dari Desa, Ramdan Liputo : Transparansi Jadi Kunci

Perhatian itu muncul setelah Sherly berkesempatan melakukan snorkeling bersama hiu paus di kawasan wisata Botubarani. Dari pengamatan langsung di dalam air, Sherly melihat adanya perubahan pada kondisi fisik satwa tersebut.

“Menurut pengakuan beliau, mulut hiu paus sudah mulai lecet-lecet ,kemudian punggungnya sudah mulai merah-merah. Jadi pesan beliau,ini harus diperhatikan pak Gubenur. Kalau ngak dia nanti sakit,” ucap gusnar.

Menurut Gusnar, masukan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Keberadaan hiu paus selama ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata unggulan, tetapi juga merupakan satwa yang harus dijaga kelestarian dan kesehatannya agar tetap menjadi aset ekowisata daerah.

Baca Juga :  Ramadhan di Gorontalo: Bukber Waria Berbusana Gamis Picu Sorotan Publik

Ia menilai pengelolaan destinasi wisata hiu paus harus mengedepankan aspek konservasi. Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang perlu diimbangi dengan pengawasan, pembatasan aktivitas, serta penerapan standar operasional agar interaksi antara manusia dan hiu paus tidak menimbulkan dampak negatif bagi satwa tersebut.

Di sisi lain, kawasan wisata hiu paus menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi selama penyelenggaraan Penas XVII 2026.

Berdasarkan data kunjungan selama enam hari pelaksanaan kegiatan, jumlah wisatawan yang datang mencapai 3.310 orang.

Baca Juga :  MUI: Perjuangan Palestina Cerminan Makna Sejati Kemerdekaan

Lonjakan kunjungan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Nilai perputaran ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas wisata hiu paus tercatat mencapai sekitar Rp355 juta, berasal dari jasa transportasi, penyewaan perahu, pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga usaha kuliner di kawasan destinasi.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap tingginya minat wisatawan terhadap destinasi hiu paus dapat terus dipertahankan. Namun, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan langkah-langkah konservasi sehingga kelestarian hiu paus tetap terjaga dan manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *