Tempat Sampah di Setiap Masjid Diusulkan Saat Reses, Indriani Dunda: Bisa Diperjuangkan Lewat Musrenbang dan Pokir

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO – Penyediaan fasilitas tempat sampah di setiap masjid menjadi salah satu aspirasi yang mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan Kota Gorontalo, Indriani Dunda, yang digelar bersama masyarakat kelurahan tomulabutao selatan. Senin, 06/07/26.

Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat Fahria Supat ketua takmirul masjid Uswatun Hasanah menyampaikan perlunya tempat sampah di halaman masjid sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pemilahan sampah organik dan anorganik.

Masyarakat berharap setiap masjid memiliki tempat sampah yang memadai sehingga sampah plastik, sampah basah, dan jenis sampah lainnya dapat dipisahkan sejak awal.

Baca Juga :  Totok Bachtiar: Penutupan Sky Biliard Bentuk Komitmen Pemkot Jaga Ketertiban

Menanggapi aspirasi tersebut, Indriani Dunda menjelaskan bahwa usulan penyediaan tempat sampah dapat dimasukkan dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Apabila anggaran pemerintah daerah belum mencukupi, usulan tersebut masih dapat diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD.

“Aspirasi seperti ini sangat memungkinkan untuk diusulkan melalui Musrenbang. Jika nanti anggaran yang tersedia belum mencukupi, maka bisa kami perjuangkan melalui Pokir anggota DPRD agar tetap bisa direalisasikan,” ujar Indriani.

Ia menjelaskan, seluruh program pemerintah daerah harus melalui pembahasan anggaran bersama DPRD.

Baca Juga :  Wali Kota Adhan Minta Warga Jangan Biarkan Mahasiswa Papua Terisolasi

Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan memaparkan kebutuhan anggarannya, kemudian DPRD melakukan pembahasan dan menentukan skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurut Indriani, kegiatan reses memiliki peran penting karena menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat.

Aspirasi tersebut,kemudian menjadi bahan bagi DPRD dalam mengawal program pemerintah agar benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi warga.

“Reses menjadi momentum bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, ketika dinas menyusun program, DPRD dapat memastikan bahwa program tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan warga, termasuk fasilitas sederhana seperti penyediaan tempat sampah di masjid,” jelasnya.

Baca Juga :  PAD Kota Gorontalo Tembus 102 Persen, Wali Kota Apresiasi Kinerja ASN

Ia juga menegaskan bahwa seorang anggota dewan harus memahami kondisi dan mata pencaharian masyarakat di daerah pemilihannya agar program yang diperjuangkan benar-benar tepat sasaran.

Menurut Indriani yang juga ketua Fraksi DPRD Provinsi Gorontalo, wakil rakyat tidak hanya hadir saat momentum politik, tetapi juga harus mengetahui kebutuhan masyarakat, baik petani, pelaku UMKM, pedagang, maupun kelompok masyarakat lainnya, sehingga kebijakan dan anggaran yang diperjuangkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *