Temu Wicara PENAS XVII Gorontalo Hasilkan Sejumlah Rekomendasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Kegiatan Temu Wicara dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo berakhir sukses setelah berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (20-21 Juni 2026).

Forum tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, dan unsur pemerintah untuk membahas berbagai langkah strategis dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti tiga sesi pembahasan yang menghadirkan narasumber dari kementerian, lembaga pemerintah, hingga badan usaha milik negara (BUMN). Selain menerima informasi terkait kebijakan pemerintah, peserta juga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Gorontalo Pastikan Seluruh Pekerja PT Reski Levator Terlindungi BPJS

Pada sesi pertama yang berlangsung di Aula Gedung Kramat, Lahay, Kantor Bupati Gorontalo, diskusi difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia di sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan kehutanan. Sejumlah masukan yang muncul menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas petani dan nelayan, penguatan kelembagaan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Sementara itu, sesi kedua yang digelar di Aula Gedung RACC Kompleks Universitas Gorontalo membahas keterkaitan kebijakan pangan nasional dengan tantangan perubahan iklim. Dalam forum tersebut, peserta menekankan perlunya kolaborasi antarinstansi serta penguatan sistem informasi dan peringatan dini guna menjaga stabilitas produksi pangan.

Pembahasan pada sesi ketiga lebih banyak menyoroti upaya peningkatan produktivitas lahan pertanian. Selain itu, peserta juga menyampaikan berbagai masukan terkait pengembangan infrastruktur irigasi, ketersediaan pupuk, hingga penguatan cadangan pangan pemerintah sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Rekomendasikan Penyitaan Lahan Sawit Terlantar

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Akristianto Ahmad bertindak sebagai penanggung jawab pelaksanaan Temu Wicara PENAS XVII. Lembaga tersebut mengawal seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan acara agar berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Berbagai rekomendasi yang lahir dari forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih berpihak kepada petani, nelayan, serta masyarakat luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Semoga semangat kolaborasi yang terbangun melalui PENAS XVII Gorontalo dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi pembangunan sektor pangan nasional,” ucapnya.

Baca Juga :  Mikson Yapanto: Saya Sayangkan, Absennya Dinas ESDM dalam Pembahasan Tambang

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tingginya partisipasi dari berbagai kalangan mencerminkan besarnya harapan terhadap hadirnya kebijakan yang mampu mendorong kemajuan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan Indonesia.

Temu Wicara PENAS XVII kemudian ditutup dengan penyampaian hasil rekomendasi diskusi, penyerahan plakat kepada para pihak yang terlibat, serta sesi foto bersama. Penutupan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat sinergi untuk membangun sistem pangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *