Viral di TikTok, Baliho Penas KTNA Gorontalo Jadi Bahan Perbincangan: Publik Pertanyakan Kualitas Persiapan

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Provinsi Gorontalo tinggal menghitung hari. Namun, sebelum agenda nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 20-25 Juni 2026 itu dimulai, publik lebih dulu menyoroti kualitas sejumlah baliho promosi yang terpasang di beberapa titik.

Sorotan muncul setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok Ishak Sambayang menjadi perbincangan warganet. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah kejanggalan pada desain baliho yang diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Video itu menarik perhatian publik dengan puluhan ribu penonton, ratusan interaksi, serta ratusan kali dibagikan.

Warganet menilai terdapat sejumlah kesalahan visual yang cukup mencolok, mulai dari ilustrasi nelayan yang tampak memegang ikan tanpa kepala hingga karakter petani yang memiliki wajah serupa satu sama lain.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa: Suara Buruh Harus Menjadi Kekuatan Demokrasi

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses pembuatan materi promosi untuk kegiatan berskala nasional tersebut.

Sebagian masyarakat menilai visual yang ditampilkan belum mampu merepresentasikan identitas petani dan nelayan Gorontalo yang sesungguhnya.

Kolom komentar pun dipenuhi beragam tanggapan. Sejumlah pengguna media sosial menyayangkan hasil desain yang dinilai kurang melalui proses penyuntingan sebelum dicetak dan dipasang di ruang publik.

“Jgn malas b edit ehh.. smua so serba Ai,” ucap hazelmat di komentar tersebut.

Tidak sedikit pula yang menyindir kualitas hasil gambar yang digunakan dalam baliho. Bahkan ada yang menyebut teknologi AI yang digunakan seolah belum menghasilkan gambar yang layak untuk dipublikasikan pada kegiatan sebesar Penas KTNA.

Baca Juga :  Musda SMSI Gorontalo Jadi Momentum Konsolidasi Media Siber, BNPG Beri Dukungan Penuh

Selain kualitas desain, perhatian publik juga mengarah pada penggunaan anggaran promosi. Beberapa warganet meminta adanya keterbukaan mengenai biaya desain maupun pencetakan baliho yang digunakan untuk mendukung sosialisasi kegiatan tersebut.

“spil harga jasa desain dan baliho,” tulis vebrian vasi.

Sorotan lainnya datang dari akun yang mengaku menemukan indikasi watermark aplikasi AI pada beberapa baliho yang beredar.

“di bbrpa baliho masih ada watermark gemini. dan ada juga di balik logo BSG, karna pas di bawah kanan,”Hotelier

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Perhitungannya

Beragam komentar tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Penas KTNA XVII di Gorontalo.

Belum lagi, jika Presiden Prabowo Subianto terinformasi akan menghadiri langsung kegiatan tersebut.

Sebagai agenda nasional yang akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, publik berharap seluruh aspek persiapan, termasuk materi promosi dan publikasi, dapat dikerjakan secara lebih profesional.

Di media sosial, sebagian masyarakat menilai kesalahan pada baliho memberi kesan bahwa persiapan kegiatan belum maksimal. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait kritik yang ramai disampaikan warganet tersebut.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *