Wagub Idah Promosikan Wisata hingga Kuliner Khas Gorontalo di Hadapan Peserta Penas 2026

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, memperkenalkan beragam potensi wisata, kuliner, serta budaya masyarakat Gorontalo kepada peserta Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan 2026 yang digelar di Aula Universitas Gorontalo, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyambutan para peserta yang hadir dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Idah mengenalkan sejumlah ciri khas daerah, mulai dari kondisi cuaca hingga kekayaan kuliner lokal yang dikenal memiliki cita rasa pedas.

Baca Juga :  Mahasiswa UMGo dan UNG Gelar Kegiatan Meriah HUT RI di Desa Pentadio Barat

“Kalau di Gorontalo, meskipun kita tidak meminta makanan pedas, biasanya tetap ada rasa pedas-pedasnya. Terus Gorontalo juga cuacanya hanya dua, panas dan panas sekali,”ujar Idah setengah bercanda.

Ia mengatakan, kuliner menjadi salah satu identitas yang melekat kuat pada masyarakat Gorontalo. Karena itu, para tamu yang datang diajak untuk mencicipi berbagai makanan khas daerah selama berada di daerah tersebut.

Tak hanya kuliner, Idah juga mempromosikan sejumlah destinasi wisata unggulan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah wisata hiu paus yang selama ini dikenal sebagai magnet wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum KADIN Gorontalo Dibuka Mulai 21 Mei 2026

“Kami memiliki wisata hiu paus yang sangat terkenal. Pasti bapak ibu pernah dengar mamanya Sherli. Kenapa? karena singkatan dari ‘Sering Dilihat’. Kalau beruntung bisa melihat lebih dari lima ekor hiu paus,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Idah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen KTNA yang telah tiba di Gorontalo sejak pertengahan Juni. Menurutnya, penunjukan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII merupakan kehormatan sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan perikanan.

Baca Juga :  Peringatan Tsunami Pasca-Gempa M 7,7 Sangihe: Jauhi Pantai, Jangan Tunggu Gelombang Datang

“Sebagai tuan rumah, Gorontalo memiliki komitmen kuat dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Namun kami menyadari bahwa masa depan pertanian bukan hanya soal meningkatkan produksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan PENAS XVII sebagai ajang memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta menumbuhkan semangat gotong royong demi kemajuan pertanian dan perikanan Indonesia.

“Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai, saya yakin PENAS XVII dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” tuturnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *