Aldi Andalan Uloli Dukung Kadin Tolak Impor Kendaraan Niaga, Dorong Kebutuhan Kendaraan Kopdes Harus Menggerakkan Industri Indonesia

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Calon Ketua Umum Kadin Provinsi Gorontalo, Aldi Andalan Uloli, menyatakan dukungan terhadap sikap Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia yang meminta Presiden Prabowo Subianto meninjau ulang rencana impor 105.000 kendaraan niaga untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Aldi menilai kebijakan impor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) berpotensi menekan pertumbuhan industri otomotif nasional yang selama ini berkembang dan menyerap banyak tenaga kerja.

Baca Juga :  Aldi Uloli Minim Komunikasi, Jasin Jadi Bimbang: Akankah Masih Tetap Bersama?

Menurut dia, kebutuhan kendaraan operasional koperasi desa seharusnya menjadi peluang untuk mendorong produksi dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional.

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin, Minggu (22/02/2026).

Baca Juga :  Penegakan Hukum, Imigrasi Gorontalo Deportasi Warga Asing Bermasalah

Mantan Menteri Perindustrian itu juga menyebut perusahaan otomotif nasional siap memenuhi kebutuhan kendaraan operasional KDKMP dan menilai kebijakan impor tidak sejalan dengan visi pembangunan industri nasional.

Pekerja merakit kendaraan niaga ringan di lini produksi pabrik otomotif dalam negeri. Industri otomotif nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan kendaraan operasional skala besar sekaligus mendukung penyerapan tenaga kerja dan peningkatan komponen lokal.

Aldi menegaskan bahwa prioritas terhadap produksi domestik akan memberi efek berganda bagi perekonomian, termasuk peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, dan penguatan industri komponen.

Baca Juga :  Puskesmas Gorontalo Klarifikasi Soal Obat Kadaluarsa, Pasien Kini Dirujuk ke Spesialis

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan agenda industrialisasi dan hilirisasi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

“Saya berharap pemerintah mempertimbangkan kapasitas industri otomotif domestik sebelum mengambil keputusan impor dalam skala besar,” ucap Aldi (Minggu 22/02/26).

Menurut Aldi, sinergi antara program pemberdayaan ekonomi desa dan penguatan industri nasional penting agar manfaat ekonomi dirasakan secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *