Ekonomi Maluku Utara Tumbuh 19,64 Persen, Anindya Bakrie Godok Strategi Tarik Investor

TABAYYUN.CO.ID, TERNATE – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengajak investor dalam dan luar negeri untuk melihat lebih serius potensi investasi di Maluku Utara.

Ajakan tersebut disampaikan Anindya saat melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus Kadin Provinsi Maluku Utara periode 2026-2031 di Bella Hotel Ternate, Sabtu (25/7/2026).

Anindya mengatakan Kadin Indonesia akan terus membawa potensi investasi Maluku Utara dalam berbagai pertemuan dengan investor, baik di dalam maupun luar negeri.

“Saya tentunya akan menghimbau kepada setiap investor yang kita temui, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk melirik Maluku Utara secara serius,” kata Anin.

Menurut Anindya, Maluku Utara memiliki modal kuat untuk menarik investasi. Salah satunya terlihat dari pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.

Pada Semester I 2026, ekonomi Maluku Utara tumbuh 19,64 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61 persen.

“Saya rasa semua itu akan mengikuti potensi investasi yang ada,” ujar Anin.

Investasi Harus Berdampak ke Masyarakat

Anindya menilai tingginya pertumbuhan ekonomi menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menawarkan proyek investasi yang semakin kompetitif.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Dukung Penuh Akses Jalan ke Pinogu

Menurut dia, ketersediaan likuiditas pendanaan bukan lagi menjadi satu-satunya persoalan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah dan Kadin mampu menyusun proposal investasi yang menarik, realistis, serta memberikan kepastian kepada investor.

“Saya rasa likuiditas itu ada di pusat dan juga di daerah. Tinggal kita pastikan bersama Kadin (Provinsi) Maluku Utara bahwa proposal investasinya menarik. Dan itu sudah terbukti,” ujarnya.

Besarnya minat investor asing, kata Anindya, juga tercermin dari realisasi penanaman modal asing yang telah mencapai Rp357 triliun.

Bahkan, hampir 18 persen investasi asal Tiongkok di Indonesia disebut mengalir ke Maluku Utara. Kondisi tersebut semakin memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai salah satu daerah tujuan investasi berbasis sumber daya alam dan industri pengolahan.

Namun, Anindya mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk.

Menurut dia, tantangan selanjutnya adalah memastikan investasi memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha lokal dan UMKM.

“Yang penting bagaimana investasi ini bisa lebih besar lagi dan semakin inklusif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku Utara,” terang Anin.

95 Persen Kebutuhan Ritel Masih Dipasok dari Luar

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan pemerintah daerah siap memperkuat kemitraan dengan Kadin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.

Baca Juga :  Ketegangan Iran vs AS–Israel Picu Kekhawatiran Inflasi Global, Begini Kata Caketum Kadın Aldi Andalan Uloli

Sherly menyebut Maluku Utara saat ini menjadi salah satu basis investasi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS.

Namun, pertumbuhan industri yang begitu cepat juga menghadirkan tantangan baru. Salah satunya memastikan aktivitas ekonomi tersebut memberikan dampak langsung terhadap UMKM dan sektor pendukung di daerah.

“Saya menunjukkan langsung bahwa Maluku Utara adalah salah satu basis investasi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS. Namun, tantangan terbesar kita saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang masif tersebut terasa hingga ke tingkat UMKM lokal dan sektor pendukung,” kata Sherly.

Menurut Sherly, ekspansi kawasan industri juga memicu peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap berbagai sektor, mulai dari pangan, logistik hingga perumahan.

Ia mencontohkan kondisi di Halmahera Tengah. Pertumbuhan kawasan industri di daerah tersebut turut mendorong peningkatan jumlah penduduk dari sekitar 30 ribu menjadi 100 ribu jiwa.

Lonjakan tersebut otomatis menciptakan pasar baru yang besar bagi pelaku usaha lokal.

“Kurang lebih 95 persen barang kebutuhan ritel masih dipasok dari luar Maluku Utara. Di satu sisi ini adalah tantangan pemerintah, namun di sisi lain ini merupakan peluang investasi emas bagi anggota Kadin. Pasokan telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga logistik antar-pulau adalah sektor riil yang sangat terbuka lebar,” tambahnya.

Baca Juga :  Aksi APKPD Guncang Gorontalo: Dugaan Mafia Tanah hingga Pemotongan Gaji ASN Oleh BTN Disorot

Kadin Diminta Fokus pada Hasil

Sherly mendorong Kadin Maluku Utara tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi lebih fokus menciptakan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, penguatan akses pembiayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendampingan bagi UMKM harus menjadi perhatian.

“Fokus pada output dan dampak, kurangi seremonial. Jika anggota Kadin naik kelas dan menghasilkan cuan, maka daerah akan sejahtera dan damai,” tegas Sherly.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi Maluku Utara Muksin Thalib memastikan pihaknya siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Kadin, kata dia, akan berupaya menyinergikan pelaku usaha daerah dengan program pembangunan pemerintah.

“Kami siap menjadi lokomotif penggerak ekonomi, menyinergikan seluruh elemen pengusaha daerah dan mendukung penuh program strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuju Malut Bangkit dan Sejahtera,” katanya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus Kadin Indonesia, di antaranya Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri James T. Riady, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana M. Azis Syamsuddin, WKU Bidang Organisasi Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, WKU Bidang Keanggotaan Widiyanto Saputro, WKU Wilayah Kalimantan Andi Yuslim Patawari, serta WKU Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *