Gagal Lelang Ditengah Efisiensi Anggaran, Listrik RS Zus Gorut Belum Teratasi: Pelayanan Prima Warga Terus Dioptimalkan

Tabayyun.co.id,GORONTALO — Keterbatasan daya listrik masih menjadi hambatan serius dalam operasional RS Zus Gorontalo Utara (Gorut).

Kondisi ini dinilai belum mampu menopang kebutuhan layanan kesehatan, terutama dengan bertambahnya penggunaan alat medis modern.

Direktur RS Zus Gorut, dr. Mohammad Ardiansyah, menyebut persoalan listrik sudah berlangsung lama dan hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh.

Ia menegaskan, kendala tersebut terus berulang meski telah masuk dalam perencanaan pengembangan.

“Kestabilan listrik ini memang punya masalah dari tahun-tahun, tahun kemarin kita sudah anggarkan 1,2 Miliar sudah dengan gardu. Tetapi, untuk daya listriknya, hanya 150, mau dinaikan ke 350 Kilovolt-ampere,” ucap Mohammad Ardiansyah.

Upaya peningkatan kapasitas listrik sebenarnya sempat dirancang, termasuk pembangunan gardu.

Baca Juga :  ZAMRUD Soroti Gaji PPPK Paruh Waktu dan Outsourcing di DLH Gorontalo Utara Rp300 Ribu, Dinilai Tak Manusiawi

Namun proses lelang proyek tersebut tidak berjalan mulus karena minimnya peserta yang memenuhi syarat administrasi.

Ardiansyah menjelaskan, hingga batas akhir pendaftaran memang ada pihak yang mendaftar, tetapi dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh PPK sehingga berujung pada gagalnya proses lelang.

Selain itu, pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Namun, kebijakan efisiensi anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

“ Bahkan, pada saat puasa baru-baru ini kita melakukan rekonsiliasi lagi dengan keuangan dan TAPD mengenai masalah kelistrikan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, RS Zus Gorut kini mulai melihat peluang baru.

Usulan peningkatan daya listrik direncanakan masuk dalam anggaran perubahan tahun 2026, seiring adanya dukungan kebutuhan alat kesehatan dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  AGIT Menata Kinerja, Jasin Mohammad Dorong Peningkatan Produktivitas Pelabuhan Anggrek

“ Maka Saya sarankan, satu kali saja kita naikan 550 KVA,dan alhamdulillah akan diperjuangkan di perubahan,” ucapnya.

Saat ini, kapasitas listrik rumah sakit masih berada di angka 150 kVA.

Angka tersebut dianggap belum memadai untuk mengoperasikan berbagai alat medis berteknologi tinggi, termasuk CT scan yang membutuhkan suplai daya besar.

Untuk menjaga layanan tetap berjalan, manajemen rumah sakit melakukan sejumlah langkah penyesuaian.

Penggunaan alat dilakukan secara bergantian, bahkan sebagian perangkat harus dimatikan saat alat lain beroperasi.

“ Kami tetap mengoptimalkan mana yang ada, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik,” pungkasnya.

Baca Juga :  Gaji Mangkrak, PPPK PW RS ZUS Gorontalo Utara Resah Sambut Lebaran : Direktur Bungkam

Selain itu, genset masih menjadi solusi utama dalam menutup kekurangan pasokan listrik. Meski efektif dalam kondisi darurat, penggunaan genset dinilai tidak efisien untuk jangka panjang.

Di sisi lain, rencana penambahan alat kesehatan dari pemerintah pusat turut menjadi tantangan baru.Pasalnya, pengoperasian alat tersebut mensyaratkan ketersediaan daya listrik minimal 450 kVA.

Manajemen RS Zus Gorut pun mendorong agar peningkatan kapasitas listrik dapat segera direalisasikan. Bahkan, target daya yang diusulkan mencapai 550kVA guna mengantisipasi kebutuhan pelayanan ke depan.

Meski menghadapi berbagai kendala, pihak rumah sakit tetap optimistis peningkatan daya listrik dapat terealisasi.

Langkah ini dianggap penting untuk memastikan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo Utara tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *