Tabayyun.co.id, GORONTALO UTARA- Instansi pendidikan di Kabupaten Gorontalo Utara bergerak taktis menyikapi Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum ASN bernama Yibsan Baid kini menemui titik terang.
Melalui serangkaian pembinaan intensif, perselisihan rumah tangga yang sebelumnya sempat menyita perhatian khalayak luas tersebut akhirnya diputuskan selesai melalui jalur kekeluargaan.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Dr. Irwan Abudi Usman, S.Pd., M.Pd., Kepala Seksi Kurikulum Bidang Dikdas, Yunang Polapa, membenarkan adanya agenda pertemuan khusus pada Rabu (29/4/2026).
Pihak dinas mempertemukan oknum ASN tersebut dengan sang istri sebagai wujud nyata tanggung jawab moral instansi dalam menjaga integritas para pegawainya di lingkungan pendidikan.
“Kami dari pihak dinas, sesuai arahan Kepala Dinas, melakukan pembinaan terhadap guru yang bersangkutan. Tujuannya agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan mengganggu fokus kerja yang bersangkutan,” ujar Yunang Polapa.
Proses mediasi berlangsung dengan memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk berkomunikasi secara terbuka.
Meski suasana sempat terasa emosional, pertemuan itu berujung pada kesepakatan untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan.
Yunang Polapa menegaskan bahwa hasil akhir dari pembinaan ini adalah bersatunya kembali pasangan suami istri tersebut.
Lebih jauh, Yibsan Baid mengakui kesalahannya, dan meminta maaf kepada istri, anak dan keluarganya.
“Alhamdulillah, setelah kami duduk bersama dan melakukan pembinaan, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai. Mereka berkomitmen untuk kembali rukun dan membina rumah tangga dengan baik. Intinya, persoalan ini sudah selesai secara kekeluargaan,” ungkap Yunang.
Selain itu, pihak dinas menitipkan pesan kepada masyarakat agar tidak lagi memperpanjang polemik ini di ruang digital guna menjaga kondusivitas kerja tenaga pendidik.
“Kami juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi membesar-besarkan masalah ini di media sosial. Karena yang bersangkutan sudah berdamai, kami mohon agar tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau wacana yang dapat memperkeruh suasana. Mari kita beri ruang bagi mereka untuk kembali beraktivitas dengan tenang,” tambahnya.
Melalui resolusi konflik ini, Dinas Pendidikan berharap kejadian serupa menjadi cerminan bagi seluruh ASN untuk tetap menjunjung tinggi marwah institusi serta menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai penunjang profesionalitas dalam mengabdi.






