Keluhkan Buruknya Pelayanan RS Aloei Saboe Saat Reses, Warga Soroti Apotek Tutup hingga Obat Tak Tersedia

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO – Pelayanan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah keluhan disampaikan warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Indriani Dunda di Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Rabu (1/7/2026), mulai dari pelayanan apotek hingga ketersediaan obat.

Salah seorang warga, Zulkifli Suleman, mengungkapkan pengalamannya belum lama ini saat menjalani pengobatan ibunya di rumah sakit milik Pemerintah Kota Gorontalo tersebut.

Menurutnya, pelayanan yang diterima belum sesuai harapan masyarakat.

Di hadapan peserta reses, Zulkifli menyampaikan bahwa saat hendak mengambil obat di apotek rumah sakit sekitar pukul 10.00 WITA, pelayanan belum berjalan sebagaimana mestinya, dikarenakan apotik masih tutup.

Kondisi itu membuat antrean pasien semakin panjang dan masyarakat yang membutuhkan obat harus menunggu lebih lama.

Selain itu, ia juga menyoroti ketersediaan obat yang dinilai belum optimal. Menurutnya, beberapa pasien harus membeli obat di luar rumah sakit karena stok obat yang dibutuhkan tidak tersedia.

Baca Juga :  Tegas Jalankan Instruksi Presiden, Wali Kota Adhan Hemat Anggaran Rp 68 Miliar

“Pelayanan seperti ini sangat mengecewakan. Kami masyarakat kecil berharap mendapatkan pelayanan yang baik. Antrean panjang, bahkan obat sederhana seperti paracetamol tidak tersedia. Padahal kami sudah menggunakan BPJS. Jangan sampai masyarakat yang sakit justru semakin terbebani karena harus membeli obat di luar rumah sakit,” ujar Zulkifli.

Ia berharap pelayanan kesehatan di RSUD Aloei Saboe terus dibenahi mengingat rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Gorontalo yang menjadi tumpuan masyarakat.

RSUD Aloei Saboe Beri Penjelasan

Menanggapi aspirasi tersebut, Manajemen RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe memberikan klarifikasi. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, dr. Ucok Lubis, mengatakan pihaknya telah menelusuri informasi yang disampaikan masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelusuran sementara, persoalan yang terjadi bukan karena apotek rumah sakit tidak beroperasi, melainkan adanya kekosongan stok obat tertentu.

Baca Juga :  Polresta Gorontalo Kota Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Ini Arahan Kombes Pol. Suryono
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, dr. Ucok Lubis

“Kalau dari informasi yang kami terima, kemungkinan bukan apoteknya yang tutup. Bisa jadi saat itu memang terjadi kekosongan stok obat sehingga pasien diberikan kopi resep untuk mengambil obat di luar,” kata Ucok saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, RSUD Aloei Saboe memiliki beberapa depo farmasi yang tetap memberikan pelayanan kepada pasien. Namun, dalam kondisi tertentu stok obat dapat habis karena tingginya kebutuhan pelayanan, sementara proses pengadaan dan distribusi membutuhkan waktu.

Ucok mengakui bahwa obat paracetamol sempat mengalami kekosongan stok. Meski demikian, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara karena rumah sakit segera melakukan pemesanan kembali kepada distributor.

“Kalau kosong biasanya hanya satu atau dua hari sambil menunggu pengiriman. Tidak kosong selamanya karena setelah obat datang, pelayanan kembali normal,” jelasnya.

Sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Gorontalo, lanjut Ucok, kebutuhan obat setiap hari sangat dinamis dan bergantung pada jumlah pasien yang datang. Perencanaan kebutuhan obat telah dilakukan, namun lonjakan pasien terkadang menyebabkan stok lebih cepat habis dari perkiraan.

Baca Juga :  Totok Bachtiar Angkat Topi untuk Adhan, Street Food Gorontalo Cetak Omzet Pedagang Tembus Rp128 Juta

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak rumah sakit kini tengah menyiapkan kerja sama dengan sejumlah apotek pendukung. Melalui mekanisme tersebut, apabila stok obat tertentu kosong di rumah sakit, pasien tetap dapat memperoleh obat melalui apotek mitra tanpa harus mencari sendiri.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memastikan ketersediaan obat bagi pasien. Kerja sama dengan apotek pendukung sedang kami siapkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tutup Ucok.

Keluhan masyarakat yang disampaikan melalui forum reses tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan yang cepat, mudah, dan sesuai dengan hak sebagai peserta layanan kesehatan.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *