Kinerja Semester I 2026, Imigrasi Gorontalo Terbitkan 1.750 Dokumen Perjalanan dan Deportasi 8 WNA

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo mencatat sejumlah capaian kinerja sepanjang semester pertama 2026. Hingga periode tersebut, realisasi anggaran telah mencapai sekitar 45 persen dari total pagu sebesar Rp14 miliar.

Capaian itu disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Josua Pahala Martua, dalam kegiatan media gathering yang digelar di Manna Cafe, Gorontalo, Kamis (24/9/2026).

Josua mengatakan, penggunaan anggaran tersebut berkaitan langsung dengan pelaksanaan pelayanan publik yang menjadi tugas Imigrasi Gorontalo.

“Sebagai instansi publik, kami memang menggunakan anggaran publik ya APBN. Sampai Juni 2026, Rp14 miliar sebesar 45 persen kalau kita lihat ini realisasi,” ujar Josua.

Menurut dia, salah satu indikator pelayanan yang dilakukan adalah penerbitan dokumen perjalanan bagi masyarakat.

Sepanjang periode tersebut, Imigrasi Gorontalo telah menerbitkan 1.750 dokumen perjalanan baru. Pelayanan tersebut mencakup masyarakat di wilayah Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Paris Djali Warning OC-SC Muprov Kadin Gorontalo: Bisa Tersandung Hukum! Pendaftaran Calon Ketum Dinilai Ilegal

Josua mengatakan, keberadaan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pohuwato tidak membuat pelayanan di Kantor Imigrasi Gorontalo dihentikan bagi masyarakat dari wilayah lain.

“Walaupun saat ini kita sudah membuka Imigrasi Provinsi Gorontalo, sudah ada juga Kantor Imigrasi Pohuwato yang area terjangkaunya adalah Boalemo dan Tomini, tapi kami tidak menutup kemungkinan bahwa pelayanan publik itu tetap dirasakan oleh seluruh masyarakat provinsi yang ada di Provinsi Gorontalo,” katanya.

Selain pelayanan dokumen perjalanan, Imigrasi Gorontalo juga mencatat adanya aktivitas terkait izin tinggal warga negara asing (WNA).

Sebanyak 132 WNA tercatat mendapatkan pelayanan izin tinggal selama periode Januari hingga semester pertama 2026, termasuk proses perpanjangan izin tinggal.

Baca Juga :  Antusiasme Runner Manado Membeludak, GoHM 2026 Bidik Peserta dari Sulawesi Utara

Di sisi pengawasan, Imigrasi Gorontalo juga menjalankan sejumlah operasi keimigrasian. Kegiatan tersebut meliputi operasi intelijen, operasi mandiri, operasi gabungan hingga operasi pengawasan keimigrasian.

Dari rangkaian tindakan tersebut, Imigrasi Gorontalo melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi terhadap delapan orang pada periode Januari hingga Juli 2026.

Josua mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan tugas keimigrasian di Gorontalo.

Salah satunya berkaitan dengan kondisi hubungan dan keterbukaan akses dengan sejumlah negara yang masih terbatas.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa masih ada beberapa negara yang belum terbuka, jadi memang kami terbatas itu untuk kegiatan,” ungkapnya.

Meski demikian, Josua menyebut berbagai program dan kegiatan tetap dapat berjalan.

Ia menilai dukungan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai pelayanan dan aktivitas keimigrasian kepada masyarakat.

Baca Juga :  Forum Mahasiswa Sulawesi Utara Gorontalo: Kapolda Jangan Tutupi Brutalitas Anggota terhadap Mahasiswa

Ia bahkan mengaku mendapat respons positif ketika melakukan sejumlah agenda kedinasan di luar daerah terkait perkembangan Imigrasi Gorontalo.

“Alhamdulillah, mendapatkan respon yang sangat baik pada saat Saya mengikuti pertemuan, bahwa disampaikan Imigrasi Gorontalo sekarang menyala. Bukan karena kami, itu semua karena peran serta dari teman-teman media,” katanya.

Josua menegaskan, kegiatan media gathering tidak sekadar menjadi forum penyampaian laporan kinerja. Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara Imigrasi Gorontalo dan insan pers.

“Kami di sini mengadakan acara ini tujuannya adalah untuk menjadi komunikasi lebih lagi kepada Bapak/Ibu sekalian untuk apa, untuk memajukan Daerah khususnya wilayah Gorontalo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *