Lonjakan Turis Asing di Botubarani, Imigrasi Gorontalo Buka Gerai Konsultasi Izin Tinggal

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi Hiu Paus di Desa Botubarani mendorong Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo memperkuat pengawasan keimigrasian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan layanan konsultasi langsung melalui program Immigration Hub (ImiHub).

Gerai konsultasi tersebut dibuka di kawasan pesisir Kabila Bone pada Rabu (8/4/2026). Layanan ini ditujukan bagi pelaku usaha pariwisata serta wisatawan asing yang membutuhkan informasi terkait izin tinggal di Indonesia.

Kehadiran gerai ini mendapat respons positif, terutama dari pengelola wisata Hiu Paus yang selama ini berinteraksi langsung dengan turis asing. Tingginya mobilitas wisatawan dinilai membutuhkan pemahaman yang baik terkait aturan keimigrasian.

Baca Juga :  Adhan Tegaskan, Agustus Ini Akan Lakukan Mutasi Lurah dan Camat

Kepala Kantor Imigrasi Gorontalo, Josua Pahala Martua, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kami menyadari bahwa pengelola wisata Hiu Paus merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan orang asing. Melalui gerai ini, kami memberikan edukasi langsung mengenai jenis visa dan izin tinggal yang sesuai, agar mereka dapat membantu mengarahkan wisatawan asing untuk tetap patuh terhadap aturan yang berlaku di Indonesia,” ujar Josua.

Baca Juga :  Meyke Camaru Apresiasi Reses Rusli Habibie, Warga Kota Gorontalo Sampaikan Aspirasi Infrastruktur

Selama kegiatan berlangsung, para pelaku usaha tampak aktif menggali informasi terkait aturan terbaru, termasuk mekanisme pelaporan keberadaan warga negara asing melalui aplikasi resmi imigrasi.

Menurut Josua, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga edukatif dan persuasif agar pelaku usaha merasa dilibatkan dalam menjaga ketertiban.

“Ini adalah bagian dari strategi pengawasan yang persuasif. Kami mengoptimalkan pengawasan pariwisata bukan dengan cara yang kaku, melainkan dengan membuka ruang dialog. Dengan begitu, pelaku usaha merasa terayomi, dan wisatawan pun merasa aman karena mendapatkan informasi yang valid langsung dari otoritas keimigrasian,” tambah Josua.

Baca Juga :  PJS Gorontalo Kritik Sikap PWI Terkait Kasus Wahyudin Moridu

Program Immigration Hub diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor pariwisata. Dengan pemahaman regulasi yang lebih baik, aktivitas wisata di Gorontalo dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kepatuhan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *