TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Gorontalo bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo meningkatkan koordinasi pelayanan keimigrasian untuk mendukung kelancaran keberangkatan jamaah haji asal Provinsi Gorontalo pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Penguatan pelayanan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memastikan seluruh proses administrasi dan pemeriksaan keimigrasian berjalan lebih cepat, efektif, serta memberikan kenyamanan bagi jamaah sebelum bertolak menuju Tanah Suci.
Pelayanan yang dilakukan tidak hanya mencakup pemeriksaan dokumen perjalanan dan validasi data jamaah, tetapi juga pengawasan administrasi keimigrasian secara menyeluruh guna menghindari kendala saat proses keberangkatan.
Upaya itu dilakukan melalui sinergi antarpetugas imigrasi dan instansi terkait, termasuk dukungan layanan dalam skema Mecca Route di Embarkasi Makassar yang dinilai mampu mempercepat alur pemeriksaan jamaah haji Indonesia sebelum tiba di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan layanan Mecca Route menjadi bentuk nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya bagi jamaah haji yang membutuhkan proses keberangkatan lebih praktis dan efisien.
“Slogan Imigrasi untuk rakyat bukan hanya sekedar slogan, Mecca Route adalah buktinya. Kami terus mendorong agar program ini berjalan resiprokal: jemaah terlayani penuh, saat berangkat dan saat pulang ke tanah air,” ujar Hendarsam.
Menurut dia, perhatian khusus juga diberikan kepada jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas agar mereka dapat menjalani proses perjalanan dengan lebih nyaman tanpa harus menghadapi antrean panjang dan kelelahan selama tahapan pemeriksaan administrasi.
“Khususnya jemaah lansia dan difabel. Mereka yang paling merasakan manfaatnya. Tidak semua jemaah dalam kondisi prima saat berangkat. Imigrasi harus hadir untuk mereka. Tamu Allah tidak boleh tiba di Tanah Suci dalam kondisi kelelahan karena antrean birokrasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Josua Pahala Martua, menjelaskan bahwa penerapan program Mecca Route memberikan dampak signifikan terhadap percepatan mobilitas jamaah haji asal Gorontalo, terutama dalam proses pemeriksaan keimigrasian yang kini dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia.
“Mecca Route merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi melalui sistem pre-clearance keimigrasian yang dilakukan sejak di bandara keberangkatan di Indonesia. Tercatat calon jemaah haji Indonesia di Provinsi Gorontalo terbagi dalam kloter 28 dan 30 UPG dengan jumlah 393 penumpang pada kloter 28 untuk keberangkatan dari Gorontalo tanggal 10 Mei 2026 dan 213 penumpang pada kloter 30 untuk keberangkatan dari Gorontalo tanggal 12 Mei 2026. Untuk semua jumlah calon jemaah haji Indonesia dari Provinsi Gorontalo tersebut diupayakan untuk menerima pelayanan terbaik dengan semangat merealisasikan bahwa Imigrasi benar untuk rakyat,” ujar Josua.
Ia menambahkan, petugas imigrasi juga melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan persoalan administratif yang dapat menghambat proses keberangkatan jamaah.
Seluruh pelayanan, kata dia, dilaksanakan dengan mengedepankan profesionalisme, akuntabilitas, serta pelayanan prima agar jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci.
Dengan penguatan koordinasi dan optimalisasi layanan tersebut, Imigrasi Gorontalo berharap penyelenggaraan keberangkatan jamaah haji asal Provinsi Gorontalo tahun 2026 dapat berjalan tertib, aman, dan lancar sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi seluruh jamaah.







