Polresta Gorontalo Kota Matangkan Pengamanan Lebaran Lewat Lat Pra Ops “Ketupat Otanaha 2026”

Tabayyun.co.id,GORONTALO — Polresta Gorontalo Kota menggelar Latihan Pra Operasional (Lat Pra Ops) Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Otanaha 2026” sebagai persiapan pengamanan menjelang Idul Fitri.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sanika Satyawada Polresta Gorontalo Kota pada Selasa (10/3/2026). Latihan dipimpin langsung oleh Kapolresta Gorontalo Kota, KOMBES POL Suryono, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, serta personel yang terlibat dalam operasi.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Kapolresta menegaskan bahwa Lat Pra Ops menjadi tahapan penting guna memastikan seluruh personel memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawab selama operasi berlangsung.

Kapolresta juga memberikan sejumlah instruksi kepada personel yang akan bertugas di lapangan.

Pertama, seluruh anggota diminta tidak meninggalkan Pos Pengamanan (Pos Pam) maupun Pos Pelayanan (Pos Yan). Kapospam diminta mengatur pembagian jadwal penjagaan secara tertib.

Selain itu, Kapospam juga diminta memperbarui data potensi kerawanan di wilayah tugas masing-masing secara berkala. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung langkah antisipasi gangguan keamanan.

Baca Juga :  Andi Ilham Dukung Langkah Wali Kota Adhan, Hadirkan Pasar Sentral Jadi Kampung Ramadhan

Personel juga diingatkan untuk menjaga sikap tampang dan kerapian seragam selama bertugas. Kapolresta menilai disiplin personel merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Ia turut mengingatkan anggota agar tetap meningkatkan kewaspadaan meskipun situasi keamanan di Gorontalo relatif kondusif.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Gorontalo Kota, KOMPOL Ondang Zakaria, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Otanaha 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat, 13 Maret 2026.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 337 personel gabungan akan dilibatkan. Rinciannya terdiri dari 160 personel Polri, 52 personel TNI, serta 125 personel dari instansi terkait dan mitra kamtibmas.

Ratusan personel tersebut akan ditempatkan di enam titik pos pengamanan dan pelayanan di wilayah Kota Gorontalo.

Enam pos tersebut yakni Pos Pengamanan Simpang Lima dengan 49 personel, Pos Pengamanan Bundaran Saronde sebanyak 47 personel, Pos Pengamanan Agusalim sebanyak 47 personel, Pos Pelayanan Mall dengan 44 personel, Pos Terpadu Pelabuhan Pelindo sebanyak 37 personel, serta Pos Terpadu Terminal Dungingi dengan 37 personel.

Baca Juga :  Wali Kota Gorontalo Larang Peternakan Ayam di Pusat Kota dan Permukiman

Di sisi lain, Satreskrim Polresta Gorontalo Kota juga telah memetakan sejumlah waktu rawan terjadinya tindak kejahatan selama bulan Maret.

Adapun waktu yang dianggap rawan yakni pukul 00.00-04.00 WITA, 12.00-14.00 WITA, 15.00-17.00 WITA, serta 18.00-21.00 WITA.

Kasat Intelkam juga menyoroti padatnya agenda kamtibmas sepanjang bulan Maret yang membutuhkan perhatian pengamanan lebih intensif.

Beberapa agenda besar tersebut antara lain tradisi Tumbilotohe pada 18-20 Maret, peringatan HUT Kota Gorontalo dan Hari Suci Nyepi pada 19 Maret, perayaan Idul Fitri pada 21-22 Maret, hingga Lebaran Ketupat pada 28 Maret.

Pengamanan ekstra juga akan difokuskan pada sejumlah titik keramaian masyarakat seperti Pasar Rakyat Ramadhan, lokasi pelaksanaan Lebaran Ketupat, serta titik keramaian tradisi Tumbilotohe di Kelurahan Ipilo, Bundaran Saronde, dan Lapangan Taruna Remaja.

Baca Juga :  UMKM Gorontalo Dapat Angin Segar, BAPERA Beri Dukungan Penuh Langkah Wali kota Gorontalo : Minta Pemprov Jangan Ganggu Pedagang Kecil

Keberhasilan Operasi Ketupat Otanaha 2026 juga akan didukung berbagai fungsi kepolisian lainnya.

Satlantas akan difokuskan mengisi Pos Yan City Mall, Pos Pam Bundaran Saronde, dan Pos Pam Agusalim, serta bersiaga mendukung Pos Dungingi dan Pelabuhan jika diperlukan.
Sementara itu, Si Propam mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta menghindari pelanggaran selama operasi berlangsung.

Di sisi lain, Si Dokkes akan memberikan edukasi kepada anggota mengenai penanganan pertama terhadap kecelakaan ringan saat bertugas di lapangan.
Sebagai penutup Lat Pra Ops, pimpinan operasi menyampaikan tiga atensi utama kepada personel.

Pertama, memberikan perhatian terhadap potensi praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum juru parkir. Kedua, meningkatkan kedisiplinan dan kerapian personel sebelum mendapatkan teguran dari pimpinan.

Ketiga, seluruh personel diminta menjalankan tugas pengamanan selama 13 hari ke depan secara profesional, humanis, dan tetap berpedoman pada SOP yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *