Reses Indriani Duda di Dungingi Didominasi Ibu-Ibu UMKM, Aspirasi Fokus pada Ekonomi dan Rawan Pangan

Tabayyun.c.id, KOTA GORONTALO – Reses anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Duda, di Kelurahan Tomulabutao Selatan, Kecamatan Dungingi, diwarnai antusiasme masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu pelaku UMKM. Aspirasi yang disampaikan warga umumnya berkaitan dengan kebutuhan penguatan ekonomi, bantuan UMKM, serta penanganan rawan pangan.

Dalam dialog bersama warga, Indriani Duda menuturkan bahwa mayoritas masukan yang diterimanya berasal dari kelompok perempuan yang berharap memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha kecil mereka.

“Hari ini seperti biasa, masyarakat Kelurahan Tomulabutao Selatan menyampaikan aspirasi mereka butuh UMKM, butuh rawan pangan, dan ada juga yang masih butuh rumah layak huni (Mahyani). Rumahnya masih belum layak dan ada juga aspirasi taman yang akan mereka pakai untuk berjualan UMKM,” ungkapnya. Senin (27/10/25)

Baca Juga :  Kebijakan Satu Arah di Jalan H.B. Yasin dan Agus Salim Kota Gorontalo Tuai Protes Warga

Indriani mengaku, dirinya turun langsung menemui warga untuk memastikan kebutuhan di lapangan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Saya harus mendatangi mereka dan melihat mereka secara langsung kira-kira apa yang mereka butuhkan dan mulai berdiskusi bersama-sama mereka agar supaya bantuan dan program-program yang tepat sasaran,” ujar Indriani.

Baca Juga :  Satlantas Gorontalo Kota Catat 43 Pelanggaran di Hari Perdana Operasi Zebra

Indri yang juga ketua fraksi partai Nasdem DPRD Provinsi Gorontalo menambahkan, reses kali ini memang didominasi oleh partisipasi ibu-ibu. Sebagian besar di antaranya merupakan pelaku usaha kecil yang menaruh harapan besar terhadap program pemberdayaan ekonomi.

“Mereka berharap akan mendapatkan bantuan UMKM, karena kebanyakan yang berjualan itu ibu-ibu. Dari semua aspirasi itu yang bisa direalisasi yang akan terwujud adalah UMKM dan rawan pangan,” jelasnya.

Indriani Srikandi partai Nasdem mengungkapkan bahwa, program prioritasnya untuk tahun 2026 memang diarahkan pada pemberdayaan UMKM dan penanganan rawan pangan.

Baca Juga :  Adhan Dambea Tegas: Bangunan Langgar Aturan Akan Dibongkar Paksa

“Kebetulan memang program saya untuk 2026 itu lebih banyak ke UMKM,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selama ini sudah ada ribuan penerima manfaat dari bantuan sosial yang disalurkan, terutama dalam program rawan pangan.

Reses tersebut menjadi momentum bagi Indriani untuk memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan nyata warga di tingkat kelurahan. Ia memastikan seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi dasar dalam menyusun program pembangunan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *