Komunitas Seribu Guru dan BI Gorontalo Bersinergi, Literasi Rupiah Menjangkau Desa-Desa Pelosok

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Komunitas Seribu Guru Gorontalo terus mendorong penguatan literasi bagi anak-anak di wilayah pelosok melalui program “Rupiah Menyapa Pelosok Gorontalo”.

Program tersebut turut melibatkan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, khususnya dalam kegiatan penukaran uang kepada masyarakat.

Ketua Divisi Public Relation Komunitas Seribu Guru Gorontalo, Akbar Hiola, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan literasi Rupiah, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung.

Menurutnya, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di sejumlah desa di wilayah Gorontalo, yakni Desa Olibo di Kabupaten Boalemo, Desa Dudepo di Kabupaten Gorontalo Utara, Desa Pangahu di Kabupaten Gorontalo, serta Desa Iluhuwa di Kabupaten Bone Bolango.

Baca Juga :  Pisah Sambut Eks Pengurus, Jasin Mohammad Pesan Tetap Dukung Andi Ilham dan Program Kadin Kedepan

Dari rangkaian kegiatan tersebut, lebih dari 200 siswa menjadi penerima manfaat.

Anak-anak diajak belajar melalui pendekatan sederhana yang diharapkan dapat membuka wawasan mereka.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar membawa pendidikan literasi Rupiah, melainkan ini tentang bagaimana kita bisa hadir berbagi dan membuka wawasan anak-anak di pelosok Gorontalo melalui pengalaman belajar yang sederhana tetapi itu bermakna,” ujar Akbar Hiola.

Baca Juga :  “Dokter Indonesia Berdoa”, Anwar Pasaribu : Lagu Tentang Perjuangan dan Luka Tenaga Medis

Selain kegiatan literasi, masyarakat juga mendapatkan manfaat melalui layanan penukaran uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama Unit Pengelolaan Uang Rupiah.

Akbar menyampaikan apresiasi kepada BI Provinsi Gorontalo atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut.

“Selain itu, masyarakat terbantu dengan adanya kegiatan penukaran uang yang dilakukan oleh rekan-rekan Bank Indonesia,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara Komunitas Seribu Guru Gorontalo, Bank Indonesia, pemerintah desa, sekolah, relawan, serta berbagai pihak lainnya dapat terus berlanjut.

“Semoga apa yang kita lakukan bersama tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan saja, melainkan pengalaman yang baik bagi anak-anak dan memberikan manfaat bagi mereka di suatu saat nanti,” tuturnya.

Baca Juga :  Wakil Rektor Bilang Tak Wajib, BEM UNG Pilih Bungkam soal Pakaian dan Makanan PKKMB

Akbar menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak di wilayah pelosok Gorontalo.

“Semoga hal baik ini bisa bekerja sama kembali di tahun-tahun selanjutnya dan langkah kecil yang kita lakukan bersama hari ini dapat menjadi bagian dari cerita besar untuk pendidikan dan masyarakat di masa depan anak-anak Gorontalo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *