Target Eliminasi ATM 2030, Nuryanto Dorong Keterlibatan Aktif Masyarakat

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo memperkuat strategi menuju target eliminasi AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) pada 2030.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

Penguatan kolaborasi itu dibahas dalam Forum Penguatan Program RSSH 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Amaris, Jumat (18/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, komunitas, kader kesehatan, serta masyarakat untuk memperkuat kemitraan dalam memutus rantai penularan penyakit.

Mewakili Wali Kota Gorontalo, Pj. Sekda Nuryanto mengatakan keberhasilan program eliminasi ATM tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas maupun pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Kantor Wali Kota Gorontalo Baru Ditargetkan Mulai Dibangun Januari 2027

Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar program pencegahan dan penanggulangan penyakit dapat berjalan hingga tingkat akar rumput.

“Sebab tanggung jawab di sektor kesehatan bukan hanya milik satu lembaga saja,” tegas Pj. Sekda Nuryanto saat membuka kegiatan.

“Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mutlak dibutuhkan kolaborasi, komitmen, dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, kemitraan diarahkan pada tiga fokus utama. Pertama, memperluas edukasi mengenai pencegahan penyakit.

Baca Juga :  Polresta Gorontalo Kota Ukir Prestasi, Raih Predikat Pelayanan Prima Tingkat Polri

Kedua, mempercepat penemuan kasus secara dini. Ketiga, memastikan penderita memperoleh pendampingan hingga menyelesaikan proses pengobatan.

Nuryanto juga menekankan pentingnya peran komunitas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama berkaitan dengan stigma terhadap penderita HIV dan TBC.

Menurutnya, lingkungan sosial yang terbuka dan suportif dapat mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan ketika memiliki risiko maupun gejala penyakit.

“Dengan lingkungan sosial yang lebih terbuka dan suportif, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu menjalani pemeriksaan ketika memiliki risiko atau gejala penyakit,” kata Pj. Sekda Nuryanto.

Baca Juga :  Pemkot Gorontalo Wisuda 945 Santri, Adhan Dambea Tekankan Nilai Al-Qur’an

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada komitmen bersama yang disampaikan dalam pertemuan.

Lebih dari itu, setiap sektor pemerintah maupun kelompok masyarakat diharapkan memiliki pembagian peran yang jelas dan dapat diterapkan dalam program di lapangan.

Penguatan kemitraan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Tak lupa kami juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan hari ini,” tutur Pj. Sekda Nuryanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *