Tebal Misteri Karung Batu Hitam di Bone Bolango dan Pengakuan Sopir Truk,Siapa RS dan S?

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO, – Penggerebekan sebuah gudang penyimpanan material di Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, menyisakan teka-teki besar terkait selisih jumlah barang bukti serta dugaan keterlibatan dua nama pengusaha lokal.

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bone Bolango sebelumnya mendatangi lokasi yang terletak persis di balik salah satu minimarket pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Di lokasi tersebut, petugas langsung menyegel area gudang menggunakan garis polisi.

Meski demikian, angka pasti mengenai volume material yang disita masih memicu kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Publik mempertanyakan selisih angka yang cukup mencolok antara temuan resmi kepolisian dan estimasi warga sekitar.

Baca Juga :  Keamanan Pangan Jadi Prioritas, Bone Bolango Siap Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, jumlah material yang semula menumpuk di dalam gudang ditaksir berkisar antara 2.000 hingga 3.000 karung. Namun, barang bukti yang diangkut ke markas kepolisian berada jauh di bawah estimasi tersebut.

Kanit Reskrim Polres Bone Bolango Ipda Zulfikar Nasution Hamzah hanya bilang, polisi telah membawa 123 karung material yang diduga batu hitam ke Mapolres Bone Bolango.

“Barang bukti yang diduga batu hitam, kita sudah amankan ke Mapolres Bone Bolango sebanyak 123 karung,” ujar Zulfikar.

Baca Juga :  Aroma Dugaan Korupsi Menguat, Pengadaan Komputer Desa Toto Utara Dibayar 2025 Baru Diserahkan 2026

Sampai saat ini, perbedaan mencolok dalam penghitungan muatan tersebut belum memperoleh klarifikasi mendalam dari pihak aparat.

Misteri kasus ini makin berliku seiring mencuatnya pengakuan seorang pengemudi armada pengangkut yang mengaku sempat mendistribusikan muatan dari tempat penampungan itu bersama lima rekan sejawatnya.

Ia membeberkan telah merampungkan dua kali pengiriman menuju kawasan tetangga di Provinsi Sulawesi Utara.

“Saya sudah tidak tahu teman-teman lain sudah di mana, yang pasti saya dan teman-teman bawa material itu keluar gudang,” kata sopir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Pengemudi tersebut menegaskan bahwa dirinya sebatas menjalankan tugas transportasi tanpa mengetahui secara rinci detail isi kemasan.

Baca Juga :  Pemkab Bone Bolango Buka Suara, Tiga Dugaan Pelanggaran Menjerat Kades Toto Utara

“Saya hanya sopir, untuk isinya yang saya dengar batu hitam,” ujarnya.

Di sisi lain, rumor mengenai keterlibatan figur penting berinisial RS alias Rob yang diduga sebagai pemilik material, serta S alias Son yang disinyalir bertindak sebagai koordinator operasional dan lalu lintas pengiriman di lapangan, belum direspons oleh kepolisian.

Aparat Polres Bone Bolango mendapati desakan publik untuk segera membeberkan transparansi terkait asal muasal komoditas tambang tersebut, kepastian total volume di lokasi awal, serta kebenaran alur distribusi lintas daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *