Totok Bachtiar Angkat Topi untuk Adhan, Street Food Gorontalo Cetak Omzet Pedagang Tembus Rp128 Juta

TABAYYUN.CO.ID, KKOTA GORONTALO — Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, atas langkah menghadirkan kawasan Street Food di sepanjang Jalan Nani Wartabone.

Menurut Totok yang juga ketua fraksi DPRD Kota Gorontalo dari partai Golkar, kebijakan tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo.

Ia menilai kawasan yang sebelumnya hanya menjadi jalur lalu lintas biasa kini berhasil disulap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang ramai dipadati warga.

Baca Juga :  Reses Meyke Camaru: Fokus pada Program Bantuan Pangan dan Pasar Murah Bersubsidi Hadir November Ini

“Pak Adhan Dambea layak disebut sebagai Bapak UMKM Gorontalo. Beliau berhasil menghadirkan ruang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil melalui kawasan Street Food ini,” ujar Totok, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan Street Food yang digelar mulai dari samping rumah jabatan gubernur hingga simpang empat McDonald’s itu diketahui mendapat antusias tinggi dari masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, total pendapatan pedagang pada malam pertama pelaksanaan mencapai Rp128 juta.

Totok menilai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa program yang diinisiasi Wali Kota Gorontalo mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah.

Baca Juga :  Adhan Dambea Soroti Peran PPPK Paruh Waktu, Gaji Rendah Dinilai Tak Manusiawi, Perintahkan Kenaikan Upah di Bawah Rp 1 Juta

“Ini bukan hanya soal kuliner atau hiburan malam, tetapi bagaimana pemerintah membuka peluang ekonomi baru untuk rakyat. Ketika pedagang ramai dan uang berputar di masyarakat, maka dampaknya sangat positif,” katanya. Senin, 11/05/26

Sebelumnya, Wali Kota Adhan Dambea menegaskan bahwa pelaksanaan Street Food tidak mematikan aktivitas usaha di titik lain di Kota Gorontalo.

“Walaupun ada Street Food, usaha lain di beberapa titik tetap jalan, seperti di Andalas, Lapangan Buladu, Sentral dan lain sebagainya. Saya mau ekonomi berputar, meski ada Street Food,” ujar Adhan.

Baca Juga :  Sidak Pagi Buta, Wawali Indra Ungkap Fakta di Balik Dapur MBG Kota Gorontalo: Bau Tak Sedap dari IPAL

Menurut Adhan, program tersebut juga menjadi salah satu strategi pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi setelah adanya pemangkasan APBD Kota Gorontalo tahun 2026 sebesar Rp127 miliar.

“Street Food juga menjadi langkah menutupi pemangkasan APBD tahun ini sebesar Rp127 miliar,” ungkapnya.

Melihat tingginya antusias masyarakat dan dampak ekonomi yang dirasakan pedagang, pemerintah akhirnya memutuskan memperpanjang pelaksanaan Street Food.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *