Usai Digeruduk Massa Penambang, Kapolres Bone Bolango Buka Suara: “Jangan Lagi Ada Pembakaran”

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO – Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro, S.H., S.I.K., menemui massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang dan Mahasiswa usai menerima sejumlah perwakilan aksi untuk berdiskusi di Mapolres Bone Bolango, Senin (27/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog antara kepolisian dan massa aksi yang menggelar demonstrasi menuntut keadilan atas konflik pertambangan di kawasan Batu Gergaji, Kabupaten Bone Bolango.

Di hadapan ratusan peserta aksi, AKBP Supriantoro menegaskan bahwa kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Baca Juga :  Dibuka Hingga 12 November, Ini Syarat Daftar Kerja di Gorontalo Minerals

Namun, ia mengingatkan agar seluruh rangkaian aksi tetap berlangsung secara damai dan tidak mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres juga memastikan seluruh aspirasi yang telah disampaikan perwakilan massa akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Apa yang menjadi informasi dan aspirasi dari teman-teman sudah kami terima. Tentunya akan kami respons dan tindak lanjuti sesuai kewenangan yang ada,” ujar AKBP Supriantoro.

Baca Juga :  Wisata Hiu Paus Botubarani Masuk Radar Pansus DPRD untuk Dongkrak PAD Daerah

Ia mengimbau peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.

“Silakan menyampaikan pendapat, itu hak setiap warga negara. Tetapi saya mohon tetap menjaga situasi kamtibmas. Jangan sampai aksi berubah menjadi anarkis,” tegasnya.

Kapolres secara khusus menyinggung aksi pembakaran yang sempat terjadi sebelumnya.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak boleh kembali terulang karena bertentangan dengan arahan pemerintah.

Baca Juga :  Aula Bupati Disulap Jadi Kelas Raksasa, Kajati Gorontalo Didik Ratusan Siswa Soal Hukum

“Peristiwa pembakaran seperti hari ini jangan sampai terulang lagi. Instruksi Presiden juga sudah jelas, tidak boleh ada aksi dengan melakukan pembakaran. Mari kita sama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” katanya.

AKBP Supriantoro berharap komunikasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin melalui dialog yang baik sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa mengorbankan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *