Espin Tulie Minta Distribusi Pangan dan BBM Diawasi Ketat

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi, Kota, dan Kabupaten se-Gorontalo yang digelar di Ballroom Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Senin (25/5/2026).

Pertemuan tersebut mengusung tema “Sinergi Menjaga Stabilitas Inflasi Menjelang HBKN Iduladha 2026” dan menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk memastikan kondisi harga, stok kebutuhan pokok, hingga distribusi logistik tetap terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.

Dalam forum itu, sejumlah instansi memaparkan kesiapan daerah menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat, termasuk ketersediaan pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

Espin Tulie mengapresiasi koordinasi yang dibangun antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh stakeholder terkait dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Sambut Kajati Baru Gorontalo Lewat Prosesi Adat Mopotilolo

“Alhamdulillah, tadi dalam kegiatan penataan dan koordinasi yang dilaksanakan bersama Bank Indonesia, seluruh pihak terkait hadir dan memberikan laporan kesiapan menghadapi HAKD. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, Badan Pusat Statistik, kementerian terkait, Bank Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Perum Bulog,” ujar Espin Tulie.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat tersebut, kondisi stok bahan kebutuhan pokok di Gorontalo masih dalam situasi aman.

“Dari hasil pemaparan yang disampaikan, stok kebutuhan pokok masih dalam kondisi aman. Untuk persediaan beras di Bulog saat ini tersedia kurang lebih 3.500 ton. Sementara itu, stok BBM, khususnya solar, diperkirakan masih mencukupi hingga sekitar 10 hari ke depan. Adapun untuk jenis BBM lainnya, terdapat cadangan dengan ketahanan berbeda-beda, yakni ada yang mencapai 100 hari, 15 hari, maupun 10 hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Sitti Nuraini Sompie: Gerai Kopdes Merah Putih Wujud Gotong Royong Bangun Ekonomi Desa

Meski begitu, Espin mengingatkan seluruh pihak agar tetap mewaspadai potensi hambatan distribusi yang dapat memicu gangguan pasokan dan memengaruhi inflasi daerah.

“Namun demikian, hal ini tetap perlu menjadi perhatian bersama. Walaupun disampaikan terdapat kendala atau pergesekan dalam pasokan minyak, kondisi di lapangan masih relatif terkendali. Karena itu, perlu dicari titik permasalahan yang menyebabkan rantai pasok mengalami hambatan. Jangan sampai kondisi tersebut berdampak terhadap laju inflasi maupun stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Gelar Paripurna LKPJ 2025, Kinerja Pemerintah Provinsi Mulai Dievaluasi

Ia berharap hasil rekomendasi dalam High Level Meeting TPID tidak hanya berhenti pada pembahasan administratif, tetapi dapat diterapkan secara konkret oleh seluruh pihak terkait.

“Kami berharap hasil pembahasan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan ini dapat benar-benar dijalankan secara maksimal, bukan sekadar menjadi catatan administratif semata. Seluruh pihak harus bersama-sama menjaga stabilitas pasokan, pengendalian inflasi, serta pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga dengan baik,” pungkas Espin Tulie.

Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder diharapkan mampu menjaga kestabilan harga, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif di Provinsi Gorontalo menjelang Iduladha 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *