Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Dukung HARFEST 2026, UMKM Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, mendorong Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 menjadi momentum memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM dan ekonomi kreatif daerah.

Idrus menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Opening Ceremony HARFEST 2026 bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Hj. Espin Tulie, di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kepala Bank Indonesia, jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, perbankan, serta sejumlah pemangku kepentingan.

HARFEST 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk UMKM. Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan business matching antara pelaku usaha dan buyer, akses pembiayaan UMKM dengan lembaga keuangan, festival kopi dan kuliner, hingga penandatanganan kerja sama pembiayaan serta kerja sama penjualan.

Idrus menilai rangkaian kegiatan tersebut penting karena pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar ruang untuk memamerkan produk. Akses pasar, pembiayaan dan kemitraan menjadi faktor penting agar usaha lokal dapat berkembang.

“Kami tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan HARFEST 2026. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas pasar, membangun kemitraan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Baca Juga :  Gedung Kopdes Merah Putih Desa Luwoo Rampung, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Pantau Kesiapan Operasional

Menurut Idrus, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan secara instan. Pemerintah, dunia usaha, perbankan dan pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kolaborasi secara berkelanjutan.

Dukungan pembiayaan, inovasi produk serta akses terhadap pasar dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha daerah dalam menghadapi persaingan.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menilai perkembangan HARFEST dari tahun ke tahun memberikan sinyal positif bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, semakin banyak sektor yang dapat dikembangkan melalui UMKM dan ekonomi kreatif, termasuk kuliner, kerajinan hingga sektor peternakan.

Gusnar juga menyoroti peluang business matching untuk komoditas peternakan sapi. Menurutnya, kebutuhan pasar tidak hanya berasal dari Gorontalo, tetapi juga dapat diarahkan untuk memenuhi permintaan di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Ia melihat adanya kecenderungan peningkatan transaksi antara UMKM dan buyer dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menunjukkan business matching mulai membuka jalur yang lebih konkret antara produk lokal dan pasar.

Gubernur berharap sektor swasta ke depan dapat mengambil peran lebih besar sebagai penggerak kegiatan usaha. Pemerintah, kata dia, dapat mengambil posisi sebagai pihak yang memberikan dukungan sehingga mekanisme usaha berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Di Tengah Efisiensi Fiskal Daerah, Meyke Camaru Tegaskan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Di sisi lain, Bank Indonesia turut mendorong produk unggulan Gorontalo agar memiliki akses ke pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui inisiasi ekspor kopi Liberika dari Gorontalo Utara ke Jepang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membawa komoditas daerah keluar dari pasar lokal dan masuk ke pasar internasional.

Pengembangan produk juga dilakukan pada sektor wastra. Selain Karawo yang selama ini menjadi salah satu identitas budaya Gorontalo, HARFEST 2026 memperkenalkan inovasi kain tenun Gorontalo yang dipadukan dengan Karawo serta teknik leaf up atau painting daun pada kain.

Inovasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan UMKM. Produk lokal dituntut terus berkembang agar mampu mengikuti selera konsumen dan perubahan pasar.

Upaya regenerasi juga menjadi bagian dari HARFEST 2026. Dinas Pendidikan menyelenggarakan Mo Karawo Kolosal yang melibatkan lebih dari 300 siswa SMP dan SMK.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mengenalkan keterampilan Karawo kepada generasi muda, termasuk Generasi Z dan Generasi Alfa, sehingga warisan budaya daerah tidak berhenti pada generasi saat ini.

HARFEST 2026 mengusung tema “Harmoni Kreativitas : Menyulam Warisan dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Gorontalo.”

Festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut diarahkan untuk memberikan dampak terhadap perekonomian daerah dengan menempatkan UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Gorontalo.

Baca Juga :  DPRD Gorontalo Perkuat Penyusunan APBD 2027 yang Tepat Sasaran

Jumlah UMKM yang terlibat tahun ini juga meningkat. Jika pada 2025 terdapat 135 UMKM di sekitar GPCC, jumlah tersebut bertambah menjadi 165 UMKM pada HARFEST 2026, belum termasuk UMKM yang beraktivitas di kawasan Jalan Andalas.

Peningkatan jumlah pelaku usaha tersebut diharapkan diikuti dengan peningkatan transaksi dan perluasan pasar. Karena itu, business matching menjadi salah satu agenda penting dalam HARFEST tahun ini.

Selain mempertemukan UMKM dengan buyer, akses pembiayaan juga diperkuat melalui kerja sama dengan perbankan dan Pegadaian.

Salah satu penanda penting HARFEST 2026 adalah simbolis akad ekspor kopi Liberika dari Gorontalo Utara ke Jepang. Meski masih berupa inisiasi awal, langkah tersebut membuka peluang bagi komoditas unggulan Gorontalo untuk dikembangkan menuju pasar ekspor.

Idrus menegaskan DPRD Provinsi Gorontalo akan terus mendukung program yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap momentum ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo. Produk lokal harus terus kita dorong agar semakin dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, perbankan dan seluruh stakeholder harus terus membangun kolaborasi agar UMKM kita semakin kuat dan berdaya saing.” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *