Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Sidak SPPBE Haya-Haya, Telusuri Penyebab Langkanya LPG 3 Kg

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan inspeksi lapangan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Haya-Haya Padengo guna menindaklanjuti keluhan warga terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram di sejumlah daerah.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II bersama para anggota. Turut mendampingi Kepala Hiswana Migas, Kepala Bidang ESDM, serta pejabat fungsional dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag).

Baca Juga :  Berbeda dari Biasanya, Reses Indriani Dunda Diisi Pengajian dan Aspirasi Majelis Taklim

Di lokasi, rombongan meninjau proses pengisian hingga mekanisme distribusi LPG subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman serta penyaluran berjalan sesuai ketentuan, terutama bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Ketua Komisi II, Mikson Yapanto, menegaskan bahwa DPRD bergerak cepat merespons laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami turun langsung untuk memastikan apakah memang terjadi kekurangan stok atau ada kendala dalam proses distribusi. LPG 3 Kg ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat kecil, sehingga ketersediaannya harus benar-benar terjamin,” ujar Mikson.

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Minta PT Pani Gold Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Ia menambahkan, pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi akan terus diperketat. DPRD, kata dia, ingin memastikan tidak terjadi penimbunan ataupun penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat kecil.

Sementara itu, pihak SPPBE Haya-Haya Padengo menyampaikan bahwa penyaluran LPG 3 Kg secara kuota tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, lonjakan permintaan di sejumlah wilayah disebut memicu kekosongan sementara di tingkat pangkalan.

Baca Juga :  Di Momentum 25 Tahun Gorontalo, DPRD Ingatkan Pemerataan Pembangunan Masih Jadi PR Besar

Melalui peninjauan ini, Komisi II berharap terbangun koordinasi yang lebih solid antara pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan. Sinergi tersebut dinilai penting agar distribusi LPG 3 Kg tetap lancar dan merata, sehingga kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat dapat segera diatasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *