Tabayyun.co.id, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perdagangan di Hotel The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Optimasi Perdagangan Domestik dan Internasional serta Akselerasi Investasi Strategis Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8%”.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyoroti tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni stabilitas perdagangan antarprovinsi, perluasan pasar global, serta penguatan investasi.
“Pertama, bagaimana perdagangan dalam negeri supaya juga ada stabilitas. 38 provinsi bisa berdagang satu sama lain karena tidak semuanya menghasilkan hal yang sama. Jadi ini bisa menjadi ketahanan ekonomi sendiri,” kata Anin sapaan akrabnya.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam membuka akses pasar internasional di tengah tekanan ekonomi global.
“Pemerintah berjuang keras dalam membuka pasar dari yang sudah ada Amerika (Serikat), tapi juga Uni Eropa, Kanada, Eurasia, dan lain-lain. Nah ini kita melihat terus kita mesti manfaatkan apalagi bisa menghasilkan devisa pada saat rupiah tentunya seperti mata uang lain dalam tekanan,” kata Anin.
Selain itu, Anin menyinggung capaian investasi nasional pada kuartal pertama 2026 yang mencapai Rp500 triliun. Menurutnya, investasi menjadi penggerak utama aktivitas perdagangan.
“Dan yang terakhir juga investasi. Kita mengetahui investasi di kuartal satu tumbuh pesat Rp500 triliun dan ternyata memang rata-rata investasi itu adalah Rp1 miliar yang artinya teman-teman di daerah bisa terus terinspirasi dan melakukan investasi agar supaya terjadi pertumbuhan ekonomi. Saya rasa ini adalah yang sangat penting karena ujung-ujungnya adalah perdagangan. Kita berinvestasi untuk bisa berdagang, itu tentu akan menghasilkan kekuatan lainnya seperti konsumsi domestik,” kata Anin.
Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga kinerja perdagangan nasional.
“Jadi hari ini Rakornas bidang perdagangan ya. Jadi kita terus kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, dalam hal ini Kadin dan seluruh asosiasi. Pertama, bagaimana ekspor kita terus meningkat ya dari beberapa komoditas, dan juga bagaimana pasar dalam negeri tetap terus tumbuh,” ujar Budi.
Ia menambahkan, sinergi tersebut akan diperluas hingga ke tingkat daerah melalui jaringan Kadin di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
“Jadi kita banyak program yang nanti bisa kita sinergikan baik dengan Kadin pusat maupun dengan Kadin provinsi dan juga kabupaten kota ya. Jadi bareng-bareng kita tingkatkan ekspor kita, kita tingkatkan daya saing kita, dan tentu pasar di dalam negeri supaya terus tumbuh dengan harapan yang kita inginkan bersama,” pungkas Budi.
Rakornas ini juga membahas sejumlah isu strategis melalui tiga pilar utama, yakni penguatan pasar domestik dan hilirisasi, peningkatan ekspor dan daya saing global, serta transformasi ekosistem perdagangan melalui digitalisasi dan investasi berkelanjutan.
Selain sesi diskusi tematik, forum ini turut menghadirkan diskusi pleno yang membahas potensi daerah, program kerja, serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus Kadin Indonesia serta para ketua Kadin provinsi dari berbagai daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.













